Pilgub DKI: Kans Ahok Menyempit di PDIP, Ini Buktinya

redaksi.co.id - Pilgub DKI: Kans Ahok Menyempit di PDIP, Ini Buktinya Peluang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan...

49 0

redaksi.co.id – Pilgub DKI: Kans Ahok Menyempit di PDIP, Ini Buktinya

Peluang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam bursa Pemilihan Gubernur DKI 2017 semakin mengecil.

PDI Perjuangan mulai menjajaki untuk berkoalisi dengan partai lain untuk Pilgub DKI Jakarta 2017.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, opsi untuk mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta sangat kecil terlaksana. Alasannya, menurut Hasto, meski opsi tersebut muncul, tetapi kalangan internal PDI Perjuangan marah dengan ucapan Ahok pada 29 Juli lalu.

Saat itu, Ahok secara tegas mengatakan dia tidak akan mendaftar ke PDI Perjuangan. Menurut Ahok, tanpa mendaftar ke PDIP, tiga partai pengusungnya, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar, memiliki cukup kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta untuk mengusungnya maju pada Pilgub 2017.

Padahal, berdasarkan keputusan Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan, setiap calon Gubernur DKI Jakarta yang ingin mendapat dukungan dari PDI Perjuangan harus mengikuti prosedur dan mekanisme penjaringan partai. Apabila Ahok ingin diusung PDI Perjaungan, maka dia harus ikut mekanisme tersebut.

Hasto menyayangkan sikap dan pernyataan Ahok tersebut. Menurut Hasto, hubungan antara Ahok dengan partainya sudah menghangat setelah sehari sebelumnya Ahok sempat membicarakan Pilkada DKI dengan PDI Perjuangan.

“Momentumnya itu kurang dijaga dengan baik oleh Basuki,” ucap Hasto.

PDI Perjuangan saat ini mulai mengkombinasikan nama-nama yang ada dari hasil penilaian partainya. Sayangnya, Hasto menolak menyebutkan nama-nama tersebut.

Tapi, ia tak menampik nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Gubenur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat masuk dalam daftar nama tersebut.

Partai berlambang banteng moncong putih ini, menurut Hasto, juga mempunyai opsi lain yaitu membuat kejutan dalam pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Apalagi, saat ini nama-nama yang muncul dalam bursa calon pemimpin Jakarta yang beredar sangat dinamis.

Contohnya, kata Hasto, mencuatnya nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam bursa pencalonan. Hasto juga mengatakan PDIP membuka pintu untuk berkoalisi dengan partai lain dalam Pilkada DKI.

“Tinggal tunggu saja, bicara Pilkada DKI harus sama dengan daerah lainnya,” ujar dia.

Partai Kebangkitan Bangsa sebelumnya menyampaikan harapannya bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, bila partainya bergabung dengan PDI Perjuangan dan Gerindra, mereka bisa mengimbangi Ahok yang didukung NasDem, Hanura, dan Golkar.

“PKB berharap PDIP dan Gerindra bergabung. Bergabungnya kedua partai, secara head to head akan menghasilkan calon terbaik menghadapi inkumben,” ujar Daniel pada 2 Agustus 2016.

Ia beralasan, Gerindra dan PDIP memiliki basis organisasi dan massa yang kuat, serta PKB memiliki basis massa Nahdatul Ulama yang kuat. HUSSEIN ABRI DONGORAN | ARKHELAUS W. | LARISSA HUDA

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!