Rupiah Kembali Menguat ke Level 13.079 per Dolar AS

redaksi.co.id - Rupiah Kembali Menguat ke Level 13.079 per Dolar AS Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini....

29 0

redaksi.co.id – Rupiah Kembali Menguat ke Level 13.079 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Namunrencana pemangkasan anggaran serta realisasi tax amnesty yang belum memuaskan akan menjadi sentimen negatif.

Mengutip Bloomberg, Rabu (10/8/2016), rupiah dibuka pada 13.110 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.127 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di kisaran 13.079 per dolar AS hingga 13.124 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal pekan, rupiah mampu menguat 4,99 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.123 per dolar AS. Level tersebut menguat 10 poin jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di level 13.133 per dolar AS.

Dolar AS memang melemah pada perdagangan hari ini karena adanya spekulasi bahwa Bank Sentral AS atau The Federal reserve (The Fed) menahan rencana kenaikan suku bunga acuan.

Pelaku pasar melihat, pertumbuhan ekonomi global yang belum merata akan membuat The Fed sedikit ragu untuk menaikkan suku bunga.

Dampak dari pelemahan tersebut maka mata uang di negara berkembang termasuk Indonesia menguat. Namun memang, pelemahan dolar AS tak terlalu besar karena sebenarnya pertumbuhan ekonomi AS cukup baik.

“Sebenarnya ekonomi AS cukup sehat untuk mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga tetapi sampai saat ini belum ada sinyal yang kuat,” jelas analis Oanda Asia Pacific Pte Ltd, Singapura, Stephen Innes.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, rupiah menguat tipis hingga Selasa sore setelah dolar melemah terhadap hampir seluruh kurs di Asia.

Pasca euforia pertumbuhan kuartal II 2016 yang baik, diterbitkannya PMK mengenai investasi dana repatriasi di instrumen non-keuangan diperkirakan kembali mengangkat optimisme.

“Akan tetapi rencana pemangkasan anggaran serta realisasi tax amnesty yang belum memuaskan akan menjadi sentimen negatif,” tutur dia. (Gdn/Ndw)

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!