Perselingkuhan Diana dan Misteri 'Ayah Kandung' Pangeran Harry

redaksi.co.id - Perselingkuhan Diana dan Misteri 'Ayah Kandung' Pangeran Harry Awalnya, Ken Wharfe adalah perwira yang ditugaskan menjaga Putri Dianaatau Lady Di. Lambat laun, ia menjelma...

115 0

redaksi.co.id – Perselingkuhan Diana dan Misteri 'Ayah Kandung' Pangeran Harry

Awalnya, Ken Wharfe adalah perwira yang ditugaskan menjaga Putri Dianaatau Lady Di. Lambat laun, ia menjelma menjadi seorang kepercayaan. Dan dari bibir pria itulah terkuak awal mula perselingkuhan mantan istri Pangeran Charles tersebut.

Seperti dikutip dari Daily Mail pada Rabu (10/8/2016),’petualangan’ Diana berawal saat iaberjemur di pantai Majorca, Spanyol, dalam bikini warna oranye cerah. Princess of Wales itu memainkan jemari di rambut pirangnya dan berujar, “Menurutku, kini saatnya aku membentangkan sayap.”

Pada awal tugasnya, Wharfe tak nyaman dengan suasana informal yang ditunjukkan Diana. Bagi orang yang tidak mengenali mereka, keduanya terlihat seperti pasangan suami istri atau, setidaknya, pasangan. Apalagi, mereka kerap memesan tiket pesawat menggunakan nama samaran, Tuan dan Nyonya Hargreaves.

Wharfe masih ingat, suasana di tepi kolam renang itu terasa berat. Mendadak Putri Diana berucap lirih, mata birunya menyiratkan kesedihan.

“Setelah Harry lahir, pernikahanku dengan Charles sudah tamat. Aku mencoba, terus mencoba, tapi dia menolak aku. Kami sudah pisah ranjang selama 2 tahun.”

Diana lalu mulai bicara soal upaya bunuh diri. “Itu sebenarnya sebuah seruan minta tolong, tapi tidak ada yang pernah mendengar,” kata Diana, seperti yang diingat Wharfe.

Lalu ada lagi masalah lain yang menjadi alasan sang putri memanggil pengawalnya. Sang tuan rumah, sang raja Spanyol, sepertinya terlalu mesra pada Diana.

Kata sang putri, “Canggung sekali. Juan Carlos itu sangat menawan, tapi, begitulah…terlalu penuh perhatian. Ia sangat perhatian. Aku mengadukan ini kepada suamiku, tapi dia bilang aku mengada-ada. Aku tahu itu memang aneh, tapi aku dapat merasa Raja itu menggandrungiku.”

Wharfe terhenyak, walaupun berusaha ditutupinya. Apakah Diana mengharapkannya untuk diam seribu bahasa tentang terlalu mesranya sang Raja?

Kurang jelas apakah ini sekedar guyonan, karena Putri Diana mempunyai selera humor yang terkadang nyeleneh.

Ini bukan kali pertamanya Sang Putri mencurahkan isi hatinya pada Wharfe — yang terbiasa menyimpan rahasia setelah ia bergabung dengan kesatuan Metropolitan Police Royalty Protection Department pada 1986.

Inspektur Kepala Graham ‘Smudger’ Smith yang sebelumnya menjadi kepala pengawal Putri Diana, mengajak Wharfe duduk bersama di dapur di Highgrove yang merupakan kediaman Prince of Wales di Gloucestershire. Kopi pun dituangkan.

Bahan utama perbincangan saat itu adalah tentang perselingkuhan Diana dengan seorang perwira bernama Kapten James Hewitt dari Household Calvary. Bukan urusan polisi untuk menilai soal moral.

Tugas utama polisi itu adalah memastikan Diana aman-aman saja, dan karena alasan itulah perselingkuhannya harus tetap dirahasiakan.

Hewitt dipandang sebagai pihak yang mau bekerja sama, bukan jenis pria yang main-main soal keamanan. Ia dapat mengerti bahwa tempat di mana ia dan kekasihnya itu itu bertemu harus diperiksa secara teliti sebelum dikunjungi.

Sang Kapten bertemu dengan Lady Diana pada awal 1986 dalam suatu pesta yang digelar oleh pendamping pengantin wanita, Hazel West. Ia hampir saja batal hadir karena ada undangan makan malam sebelumnya.

Seandainya dia tetap hadir dalam acara makan malam itu, maka salah satu perselingkuhan paling terkenal ini mungkin tidak akan pernah terjadi.

Diana mengisahkan pertemuan mereka yang pertama dan dari cara bicaranya jelaslah bahwa ia mengagumi pria tersebut, bahkan setelah mereka menjauh. Obrolan pertama mengalir alamiah, katanya, dan inilah yang memicu rasa tertariknya. Menurutnya, mereka langsung cocok.

Setelah Harry lahir, atau bahkan sebelum itu, Charles mulai kerap menemui Camilla Parker Bowles — kekasih masa lalunya. Merasa tercabik-cabik oleh pengkhianatan suaminya, sang Putri merasa siap untuk berselingkuh.

Secara alamiah, Hewitt adalah seorang penakluk wanita. Ia mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang didambakan Diana.

Ia mengaku kepada Diana bahwa ia adalah seorang pelatih berkuda. Ketika Diana mengaku takut kepada kuda, ia menawarkan bantuan untuk mengatasi rasa takut itu. Merekapun membuat janji pertemuan berikutnya.

Wharfe mengetahui keberadaan Hewitt sejak masih menjadi pengawal dua pangeran muda, tapi baru bertemu dengan Hewitt dua tahun sesudahnya.

Wharfe diminta mengantar sang putri ke Knightsbridge Barracks, tempat penugasan sang kekasih. Untuk memberi kesan santun, Diana ditemani oleh Hazel West yang berperan sebagai tangan kanannya.

Beberapa menit setelah tiba di barak, Hewitt mendatangi rombongan, bersama dengan seorang perwira lain berpangkat letnan. Setelah berbasa-basi urusan latihan berkuda, Diana memperkenalkan Wharfe kepada Hewitt.

Entah mengapa, Hazel selalu membawa sebuah wadah plastik berisi sosis dingin untuk dihadiahkan kepada para pria. Wharfe menolak, tapi Hewitt dan rekannya menerima saja dan menelan bulat-bulat.

Hampir tersedak, Hewirr menoleh kepada sang Putri sambil mengatakan, “Menurut saya, itu mungkin sosis paling enak yang pernah aku rasakan?” Wharfe mengaku harus menahan tawa mendengarnya.

Hewitt sepertinya merasa bahwa kehadiran pengawal keluarga Kerajaan Inggrisseakan-akan menjadi pembenaran perselingkuhannya dengan Diana. Padahal, itu sama sekali tak remeh. Berselingkuh dengan istri pewaris takhta kerajaan adalah bentuk pengkhianatan berat.

Namun, jelas terlihat mengapa Diana menyukai Hewitt. Ia adalah seorang pria yang menawan dan memberi semangat dalam hidup perempuan itu saat ia sedang butuh dicintai. Hal itulah yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh suaminya, bahkan kalau diniatkan.

Tapi Charles tidak bodoh. Ia mengetahui apa yang sedang terjadi dan, setelah beberapa tahun berada dalam pernikahan yang berduri, ia mengerti. Diana haus perhatian dan, ketika ia tidak mendapatkannya, perempuan itu menjadi sengit.

Setelah ada Hewitt, Diana lebih lunak. Tapi ini bukan berarti Charles tak punya kebanggaan, justru sebaliknya.

Serupa halnya dengan sang Pangeran, Hewitt mahir bermain polo. Bedanya, ia 10 tahun lebih muda, apalagi sebagai seorang perwira aktif, pria itu dalam keadaan jasmani yang lebih bugar.

Kegemaran Charles pada olah raga ini membawa akibat, yaitu persoalan serius pada tulang punggung bagian bawah. Bahkan sebelum pernah patah tangan ketika main polo, nyeri otot seringkali membuatnya tak mampu bergerak sehingga ia harus berlatih keras untuk melemaskan tendon-tendon.

Perwira pengawalnya, Colin Trimming, bercerita ia selalu membawa bantalan ortopedik khusus dalam mobil. Alat itu berfungsi untuk membantu menopang punggung sang Pangeran. Sulit mengerti mengapa ia bersikeras main polo dengan keadaanya yang seperti itu, seakan-akan ia ingin membuktikan sesuatu kepada dirinya.

Melihat celah memanfaat kelemahan, Diana menegurnya supaya meninggalkan olah raga kesukaannya sang Pangeran, “Astaga, Charles, kenapa tidak menyudahi saja polo itu? Kamu sekarang terlalu tua.”

Wharfe memastikan bahwa ia hanya peduli dengan keselamatan Diana. Namun, ibu dua anak itu mengira Wharfe bodoh atau tuli. Pasangan itu biasanya bertemu di rumah kecil milik Shirley, ibu Hewitt.

Suara berisik pada lantai kayu tentu bercerita lebih jelas daripada sekedar pengakuan. Tidak heran kalau kalangan pers menyebut Sheiling Cottage sebagai sarang cinta.

Wharfe terkadang merangkap sebagai koki. Ketika sedang memasak makanan Italia di dapur, sang putri dan kekasihnya berpelukan di sofa, bersama-sama mencicipi vodka jeruk buatan sendiri yang dipanen di Highgrove.

Diana kemudian mandi dan mereka semua bermain kartu hingga tengah malam, sebelum kemudian pasangan itu naik ke lantai atas sementara Wharfe menuju ranjang di dapur atau di sofa.

Diana selalu bangun siang. Sebelum jam 8.30 pagi, Hewitt dan ibunya mempersiapkan sarapan dan sang Putri masih terlelap. Ketika ia datang, ia mengambil roti bakar tapi kemudian lebih ingin berduaan saja dengan Hewitt.

Demi memberi privasi, Wharfe menyingkir tapi bersikeras agar pasangan itu memasang radio komunikasi terpasang pada frekuensi yang sama supaya tetap bisa berhubungan.

Mereka biasanya pergi ke pantai tersembunyi di Budleigh Salterton. Tak ada orang yang menyangka sedang berpapasan dengan Princess of Wales yang tampil dalam penyamaran.

Sebelum berkunjung, Diana menelepon Shirley untuk memberitahukan kedatangan mereka dengan menggunakan nama samaran Julia disertai dengan aksen di sana sini. Percakapan melalui telepon juga menggunakan sandi-sandi rahasia, misalnya ‘Low Wood’ untuk menyebut Highgrove.

Setelah pertemuan-pertemuan rahasia seperti itu, Diana biasanya jadi gembira dan sering memaksa agar mobil dikebut. Suatu saat, mereka dihentikan oleh mobil patroli polisi karena mengemudi dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam.

“Ken, kamu harus urus ini,” katanya ketika mobil diminta berhenti. Tapi Wharfe dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak bertugas menutupi pelanggaran, apalagi karena sudah berulang kali memperingatkan. Polisi lalu lintas yang menghentikan mereka kaget bukan kepalang melihat isi mobil. Diana pun diloloskan disertai teguran sopan.

Sifatnya yang pemberi kadang-kadang membuatnya kehilangan akal sehat. Suatu saat, Hewitt, yang seperti selalu kekurangan uang, secara tersamar menyatakan ingin memiliki mobil sport keren dan sebuah TVR, tapi tidak punya dana untuk membelinya.

Diana memberikan sekoper uang berisi 16.000 poundsterling. Seandainya wartawan mencium hal ini, mereka bisa saja menuduhnya memberikan uang tutup mulut kepada sang kekasih.

Tapi perselingkuhan itu membawa sejumlah masalah lain, termasuk fitnah tentang ayah bagi Pangeran Harry. Selentingan ini sangat membuat marah dan masih terus berkeliaran hingga saat ini, hampir 19 tahun setelah kematian Diana.

Ada dugaan fitnah tersebut dihembuskan oleh orang-orang yang menyebut dirinya para sahabat Charles, yang mungkin kurang pandai dalam matematika.

Perhitungan sederhana pada penanggalan membuktikan tidak mungkin Hewitt menjadi ayah bagi Harry. Wharfe pernah sekali membahas hal ini dan membuat Diana menangis.

Diana biasanya tidak peduli dengan segala omongan tentangnya, tapi lain ceritanya kalau omongan itu berkaitan dengan putra-putranya.

Fitnah tersebut harus berhenti sekarang. Terutama karena penanggalannya tidak cocok. Harry lahir pada 15 September 1984, sehingga pembuahannya sebagai janin terjadi sekitar Natal 1983 ketika abangnya, William, masih berusia 18 bulan. Padahal, Diana baru bertemu James Hewitt pada musim panas 1986.

Desas-desus tentang rambut berwarna merah yang kerapa disebut sebagai ‘bukti’ adalah ciri yang ada pada keturunan Spencer, misalnya seperti terlihat pada foto Jane, saudara perempuan Diana.

Satu-satunya orang yang mengetahui tanpa ragu tentang identitas ayah Harry adalah Diana sendiri. “Aku tidak tahu bagaimana suamiku dan aku bisa mendapatkan Harry, karena saat itu ia sudah dekat dengan wanita itu, tapi jelaslah kami melakukannya,” kata sang putri.

Pada akhir tahun 1980-an, Hewitt terlalu lelah dengan tekanan emosional dari Diana kepada dirinya. Suatu saat ia mengucapkan, “Ken, saya perlu istirahat. Sang Putri kadang-kadang terlalu menuntut.”

Wharfe hanya tersenyum membayangkan betapa banyaknya kaum pria yang ingin menggantikan peran Hewitt. Jadi tidak heran kalau ia langsung setuju untuk melarikan diri.

Hewitt naik pangkat menjadi seorang mayor dan diberikan komando atas sebuah skuadron tank dengan penugasan 2 tahun di Jerman.

Diana merasa dikhianati karena Hewitt memilih karir ketimbang dirinya. Pada awalnya Diana melakukan segala sesuatu untuk mencegah kepergian kekasihnya, bahkan mengancam akan bicara kepada atasan Hewitt.

Hewitt tersentak membayangkan Household Cavalry menghukum perwira yang berani-beraninya menggoda istri calon raja Inggris.

Ketika James menolak mengorbankan karirnya, Diana memupuskan perselingkuhan mereka. Perbincangan melalui telepon menjadi semakin jarang hingga akhirnya, tanpa memberi tahu Hewitt, Diana kemudian memutuskannya.

Diana menyangka, ‘derajatnya’ lebih tinggi daripada Charles yang tidak mampu mendepak Camilla.

Tapi kepergian mantan kekasih berdampak buruk kepadanya sehingga ia sering galau, terkadang menangis, dan bisa galak karena meluapkan amarahnya. Diana merasa dunia tak adil padanya.

Setelah satu tahun mereka saling jarang bicara, Hewitt mengunjungi Inggris guna menghadiri pernikahan saudara perempuannya. Diana mengundangnya berakhir pekan di Highgrove ketika Charles sedang pergi.

Hubungan romantis mereka membara lagi dan Diana mengatakan ingin bercerai. Keinginan itu sendiri sudah sering disebutkan kepada Wharfe.

Hewitt lalu berangkat ke Saudi Arabia pada Desember 1990, pada awal Perang Irak. Diana menulis surat setiap hari, bahkan terkadang dua kali sehari. Ia juga mengirim bingkisan dari Fortnum & Mason yang berisi beberapa botol wiski karena minuman beralkohol susah didapat di Timur Tengah.

Diana juga menyelipkan beberapa majalah seperti Playboy, Mayfair, dan Penthouse. Terbitan yang mengandung unsur pornografi dilarang di Saudi Arabia karena dipandang sebagai pemberontakan dan cabul.

Wharfe berkali-kali memperingatkan Diana karena terang-terangan mengungkapkan cinta dalam menuliskan surat. Jika kertas-kertas itu sampai jatuh ke tangan yang salah, maka terkuaklah hubungannya dengan Hewitt. Tapi Diana tidak mau mendengar.

Mungkin saja cintanya kepada Hewitt telah berakhir, tapi ia senang merasa mencintai seorang pahlawan perang.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!