12 Orang Tewas dalam Serangan Bom di Turki

redaksi.co.id - 12 Orang Tewas dalam Serangan Bom di Turki 12 orang tewas dalam dua serangan bom yang diduga dilakukan oleh kelompok militan, Partai Pekerja Kurdistan...

12 0

redaksi.co.id – 12 Orang Tewas dalam Serangan Bom di Turki

12 orang tewas dalam dua serangan bom yang diduga dilakukan oleh kelompok militan, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), di sebelah tenggara Turki. Menurut USA Today, pada Rabu, 10 Agustus 2016, serangan ini menewaskan delapan orang dan empat tentara tewas. Pejabat setempat mengatakan PKK meluncurkan serangan bom dengan menargetkan kendaraan polisi di kedua tempat tersebut.

Otoritas keamanan regional mengatakan empat orang tewas pada Rabu dalam serangan bom mobil di pusat kota Diyarbakir. Lainnya, tewas dalam pengeboman di Kiziltepe di Provinsi Mardin. Stasiun televisi NTV mengatakan 25 orang terluka dalam serangan Mardin dan 13 orang terluka di Diyarbakir. Pihak berwenang, kata seorang pejabat Turki, menegaskan kedua ledakan dilakukan oleh PKK.

PKK telah menewaskan ratusan anggota pasukan keamanan Turki sejak gencatan senjata pada Juli 2015. Sebelumnya, lima tentara Turki tewas dalam serangan yang dilakukan gerilyawan PKK di Uludere, Provinsi Sirnak, berdekatan dengan perbatasan Irak. Serangan ini terjadi setelah kudeta yang gagal pada tanggal 15 Juli 2016 di mana faksi militer mencoba untuk menggulingkan presiden negara itu, Recep Tayyip Erdogan. Berdasarkan data Anadolu, lebih dari 40 ribu orang telah tewas sejak PKK angkat senjata pada 1984.

Kelompok ini telah dicap sebagai kelompok teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. “Pemerintah telah berjanji tidak akan ada jeda dalam memerangi PKK,” tulis The Guardian, Rabu, 10 Agustus 2016. Serangan terakhir datang ketika Turki belum pulih dari upaya kudeta yang menewaskan sedikitnya 270 orang. Pemerintah telah menuding kudeta yang gagal pada pendukung Amerika Serikat yang berbasis ulama Muslim Fethullah Gulen dan memulai tindakan untuk para pengikutnya.

(red/atno/wi/anto/RDS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!