Waralaba Jadi Ekspansi Bisnis yang Menguntungkan

redaksi.co.id - Waralaba Jadi Ekspansi Bisnis yang Menguntungkan Siapa sih yang gak mau punya bisnis sendiri? Mungkin kamu juga mau. Zaman sekarang banyak orang mulai berpikir...

17 0

redaksi.co.id – Waralaba Jadi Ekspansi Bisnis yang Menguntungkan

Siapa sih yang gak mau punya bisnis sendiri? Mungkin kamu juga mau. Zaman sekarang banyak orang mulai berpikir untuk punya bisnis sendiri, salah satunya dengan waralaba.

Kamu tahu gak kalau waralaba ternyata bisa jadi cara ekspansi bisnis yang menguntungkan?

Kok bisa? Karena pemilik dan pembeli waralaba sama-sama akan mendapatkan keuntungan dengan adanya waralaba.

Kenapa waralaba? Karena waralaba atau franchise sudah jadi salah satu model bisnis yang populer dan berkembang di Indonesia.

Gak hanya perusahaan besar, perusahaan kecil menengah pun juga berbondong-bondong ikut mengembangkan usahanya dengan waralaba.

Para pemilik usaha, dapat melakukan ekspansi usaha dengan menggunakan waralaba. Alasannya karena cepat, relatif murah dan punya daya pengungkit bisnis. Dalam bisnis dikenal dua kekuatan utama, yaitu nilai tambah dan faktor pengali.

– Nilai tambah adalah segala sesuatu yang mampu menambah nilai layanan atau produk yang ditawarkan.

– Faktor kali adalah segala sesuatu yang mampu membuat bisnis menjadi terduplikasi, misal menjadi 2 kali lipat, 3 kali lipat dan lain sebagainya.

Wih rame ya, laris maniiisss!

Waralaba memungkinkan seorang pemilik bisnis (bertindak sebagai pemberi waralaba atau franchisor). Selain itu juga dapat membuka cabang baru dan area pelayanan (dan pemasaran) tanpa biaya besar.

Di sisi lain ada juga orang-orang yang mendapat untung dengan membeli waralaba (penerima waralaba atau franchisee). Banyak orang-orang yang bekerja sebagai karyawan bermimpi punya bisnis, terlebih jika bisnis tersebut sudah jalan dan mampu menghasilkan keuntungan pasif. Oleh sebab itu waralaba adalah model bisnis yang win-win solution.

Seorang pemilik bisnis yang berperan menjadi pemberi waralaba (francshior), berpotensi memiliki beberapa sumber pemasukan:

1. Pemasukan dari bisnis yang sudah berjalan, menawarkan produk atau layanan di kantor pusat atau cabang yang dimiliki.

2. Royalty fee adalah penghasilan yang diterima, karena pemberi waralaba telah menyewakan lisensi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) kepada penerima waralaba.

3. Franchise fee

atau biaya waralaba, adalah penghasilan yang diterima, karena pemberi waralaba menyewakan sistem bisnis dan rahasia dagang.

4. Ada beberapa jenis waralaba yang menawarkan produk consumable

(produk habis pakai). seperti deterjen pada waralaba laundry, shampoo mobil pada waralaba cuci mobil, isi tinta pada waralaba digital printing, bahan makanan pada waralaba tempat makan dan lainnya.

5. Ada beberapa perusahaan yang mengenakan biaya dekorasi tempat usaha awal dan membeli barang-barang kebutuhan dari pemberi waralaba.

Kamu tahu gak sih kalau pembeli waralaba, sebenarnya gak rugi membeli waralaba karena, mereka menghemat:

1. Biaya branding atau mengenalkan merk

2. Biaya menemukan resep rahasia atau rahasia dagang

3. Biaya untuk mengurus HAKI

4. Biaya untuk belajar saat melakukan kesalahan. Ingat, gak ada entrepreneur yang gak pernah mengalami kesalahan. Waralaba adalah salah satu cara untuk mengurangi biaya belajar.

5. Biaya untuk pengembangan bisnis

6. Biaya membuat produk hingga sampai bisa dipasarkan. Nah, dengan membeli waralaba, kita bisa segera mengeksekusi bisnis dalam waktu yang cukup singkat (2 4 minggu).

Dengan perkembangan zaman, makin banyak bisnis yang dapat di franchisekan. Hampir semua kebutuhan dari mulai kita bangun pagi hingga menuju tidur, semua dapat diwaralabakan.

Contoh, minimarket, rumah makan, laundry, cleaning service

, cuci mobil atau motor, pusat kebugaran, apotek, sekolah fotografi, les mata pelajaran, potong rambut

dan lainnya. .

Pilihan yang beragam pasti bisa memberikan keuntungan sekaligus kebingungan, karena kita sebagai pembeli waralaba harus bisa membedakan mana waralaba yang sehat dan mana yang gak sehat. Belum tentu waralaba murah itu jelek dan belum tentu juga waralaba yang mahal itu pasti bagus.

Mengutip sumber Detik.com, negara tetangga kita menyatakan keseriusannya dalam mengembangkan waralaba. Peran Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri pada waktu itu, karena Beliau berpikir Malaysia terdiri dari berbagai etnis dan Beliau ingin mengurangi kesenjangan sosial antara yang satu dengan yang lain.

Waralaba adalah salah satu bisnis berbentuk gotong royong yang saling menguntungkan antara pemberi waralaba (franchisor) dan pemiliki waralaba (franchisee).

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!