Teko Ajaib Bikinan Siswi SMA ini Bikin Air Laut Jadi Tawar

redaksi.co.id - Teko Ajaib Bikinan Siswi SMA ini Bikin Air Laut Jadi Tawar Dua siswi asal Sekolah Menengah 1 Sampang, Cilacap membuat sebuah poci atau teko...

19 0

redaksi.co.id – Teko Ajaib Bikinan Siswi SMA ini Bikin Air Laut Jadi Tawar

Dua siswi asal Sekolah Menengah 1 Sampang, Cilacap membuat sebuah poci atau teko dari tanah liat yang dinamakan Teko Ajaib. Istimewanya, tempat minum ini bisa membuat air laut menjadi terasa tawar.

Dua siswi tersebut adalah Enjela Nofi Saputri dan Okti Nur Hidayah. Mereka memamerkan karya hasil praktikum di Kelompok Ilmiah Remaja dalam pameran Hari Kebangkitan Teknologi di Solo, Jawa Tengah yang dibuka Rabu, 10 Agustus 2016.

Salah satu perancang, Enjela, mengatakan bahwa Kecamatan Sampang merupakan salah satu pusat industri kecil gerabah. Salah satu produk yang banyak dibuat adalah poci.”Tapi dari dulu tidak ada pengembangan produk,” kata Enjela.

Mereka lantas memiliki ide agar barang-barang hasil produksi para perajin bisa memiliki nilai tambah. “Meski bentuknya tetap, harus ada penambahan manfaat,” kata Enjela. Sebenarnya, poci serta tempat air dari tanah liat telah memiliki kelebihan mampu menyerap partikel dan kotoran dalam air.

Kedua siswi itu lantas membuat penelitian untuk meningkatkan kelebihan itu secara signifikan. Melalui beberapa literatur dan eksperimen, mereka memberi bahan tambahan pada tanah liat yang digunakan untuk membuat teko atau poci itu.

Bahan tambahan tersebut berupa bubuk batuan zeolite, bentonite serta karbon. “Semuanya berasal dari alam sehingga tidak berbahaya,” kata Enjela. Sebelum digunakan, serbuk batu dan arang tersebut diaktivasi dengan zat pereaktif. “Beberapa kali hasil percobaan kurang memuaskan lantaran formula campuran yang kurang tepat,” ujar Enjela. Setelah uji coba selama tiga bulan, mereka memperoleh hasil yang cukup memuaskan.

Campuran tersebut lantas dibawa ke salah satu perajin untuk dijadikan prototipe. “Ternyata membuat teko susah juga,” kata Enjela. Teko tersebut mampu menjernihkan air kotor dalam waktu 30 menit. Bahkan, teko itu bisa membuat air laut yang dimasukkan menjadi tawar. “Tapi untuk air laut butuh waktu hingga 48 jam,” katanya.

Teko itu bekerja dengan menyerap partikel yang ada dalam air. Partikel dan kotoran itu akan terserap dan menempel di teko. “Jika sudah kotor tinggal dicuci dengan air panas,” katanya.

Partikel itu akan terbuang sehingga teko kembali bersih dan bisa digunakan lagi. Guru pembimbing KIR, Agus Darwanto, menyebutkan bahwa teko tersebut sepenuhnya merupakan hasil kreatifitas para siswa. “Kami para guru hanya membimbing dan mendorong,” kata Agus.

Agus berharap hasil penelitian tersebut bisa diaplikasikan oleh para perajin sehingga produknya memiliki nilai tambah. “Beaya pembuatannya memang lebih mahal dibanding teko biasa,” katanya. Satu set teko, tiga cangkir serta nampan dari tanah liat biasa dijual oleh para perajin dengan harga Rp 100 ribu. Dengan penambahan zat-zat tersebut, peralatan minum tradisional itu bisa dijual seharga Rp 170 ribu. “Tambahan manfaat itu bisa menjadi daya tarik,” katanya. AHMAD RAFIQ

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!