Belajar dari Kasus Rio Haryanto, Kemenpora Akan Bentuk BUMN Olahraga

71

redaksi.co.id – Belajar dari Kasus Rio Haryanto, Kemenpora Akan Bentuk BUMN Olahraga

Kemenpora akan menginisiasi terbentuknya BUMN Olahraga. Hal ini terkait akibat mandeknya pembayaran Rio Haryanto kepada tim Manor Racing.

Salah satu penyebab mandeknya pembayaran Rio Haryanto ke Manor akibat kurang bantuan dana dari BUMN.

“Ada beberapa opsi. Kalau untuk jangka menengah bahkan untuk kasus atlet lain yg butuh dana besar, maka akan kami bantu dengan bentuk BUMN olahraga,” ujar Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewabroto kepada wartawan di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Gatot mengatakan Kemenpora akan membicarakan hal ini dengan pihak Sekretariat Negara. BUMN olahraga ini dibentuk agar pembiayaan dana atlet tidak mengganggu BUMN lain.

Berkaca dari kasus Rio Haryanto, hanya satu BUMN yang bersedia membantu yakni Garuda Indonesia Airlines. Padahal pihak Kemenpora telah mengajukan permohonan bantuan kepada 16 BUMN.

“Dari 16 surat ke BUMN hanya satu garuda yg respon itu pun tiketing, itu pun tergantung penerbangan rute Garuda. Kami poinnya terimakasih sudah bantu. Tapi kami harus redesign.”

Rio Haryanto, resmi lengser dari posisinya sebagai pebalap utama Manor Racing.

Lengsernya Rio sebagai pebalap utama diumumkan Manor melalui pernyataan di laman resminya (10/8/2016).

Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa kontrak Rio sebagai pebalap utama diputus karena Rio tidak mampu memenuhi kewajiban sebagaimana yang ada di dalam kontraknya.

“Manor Racing hari ini mengumumkan telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak pebalap Rio Haryanto, setelah ia tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam kontrak,” tulis pernyataan tersebut.

Sebagai gantinya Manor memberikan tawaran kepada Rio untuk menjadi pebalap cadangan di sisa musim F1 2016.

“Untuk tetap menjaga mimpinya di F1 tetap hidup, tim telah menawarkan Rio sebagai pebalap cadangan di sisa sembilan seis balap tersisa di Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA 2016.”

Rio tidak berhasil melunasi sisa tunggakan dana kepada Manor.

Sisa tunggakan dana itu sebesar 7 juta euro atau setara Rp 101 miliar.

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!