Alat Deteksi Kesehatan Mahasiswa UI, Begini Cara Kerjanya

84

redaksi.co.id – Alat Deteksi Kesehatan Mahasiswa UI, Begini Cara Kerjanya

Mahasiswa Universitas Indonesia berhasil menciptakan teknologi yang mampu memantau kondisi kesehatan pasien rawat jalan dari jarak jauh secara real time.

Terobosan baru dengan mengembangkan suatu teknologi bernama Real Time Telemonitoring System (RTTS) itu dilakukan oleh Rafi Kurnia – Teknik Komputer 2012, Claudia Khansa – Teknik Elektro 2012, Yudi Reza – Kedokteran 2014, serta Dimas Hendrawan – Teknik Mesin 2013.

Ketua Tim RTTS Rafi Kurnia menuturkan pembuatan RTTS lantaran timnya melihat tidak sebandingnya ketersediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit dengan jumlah permintaan akan kebutuhan medis bagi pasien.

Ditambah lagi, bagi para pasien rawat jalan khususnya pasca kritis memerlukan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis.

“Kami melihat potensi masalah tersebut. Dan akhirnya menggagas sebuah alat yang mampu mencegah keterlambatan penanganan oleh tenaga medis,” ucap Rafi.

Selain itu, alat ini berguna meningkatkan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis. Sebab, RTTS merupakan sebuah alat single board computer yang terhubung ke jaringan Internet dengan ketahanan baterai hingga 13 jam dan dapat di-charge kembali.

RTTS yang besarnya seperti kotak P3K ini memiliki berat lebih kurang 2 kilogram dan sejauh ini telah memiliki 3 sensor yang berguna untuk memantau pasien penyakit kardiovaskuler atau jantung.

RTTS juga didesain sedemikian rupa untuk menciptakan kenyamanan pasien, di antaranya sensor yang digunakan tidak menggangu titik-titik persendian sehingga tidak menyulitkan pergerakan.

“Cukup efisien dari bentuk maupun cara kerjanya.”

Rafi menambahkan ada empat keunggulan pada alat RTTS ini, yaitu portable, ergonomis, mudah digunakan, dan harga terjangkau. RTTS menggunakan sistem telemonitoring sehingga kondisi pasien rawat jalan dapat terus diakses dengan mudah dan real time oleh tenaga kesehatan.

Adapun informasi vital pasien yang dapat diperoleh dari RTTS ,di antaranya sensor EKG, sensor denyut nadi, dan sensor suhu tubuh. Cara kerja RTTS dimulai dari pengolahan data sensor yang kemudian ditransmisikan menjadi data informatif dan akan dikirimkan menggunakan jaringan Internet.

Selanjutnya, tenaga medis dapat memantau perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu secara real time melalui website, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk pada pasien dan memperbesar kemungkinan penanganan medis secara dini. IMAM HAMDI

(red/aini/J)

loading...

Comments

comments!