Ledakan Bom Beruntun di Thailand, WNI Diimbau Hati-hati

redaksi.co.id - Ledakan Bom Beruntun di Thailand, WNI Diimbau Hati-hati Warga Negara Indonesia yang ada di Bangkok, Thailand diminta menghindari pusat keramaian, menyusul serangkaian ledakan bom...

17 0

redaksi.co.id – Ledakan Bom Beruntun di Thailand, WNI Diimbau Hati-hati

Warga Negara Indonesia yang ada di Bangkok, Thailand diminta menghindari pusat keramaian, menyusul serangkaian ledakan bom yang terjadi di Bangkok.

KBRI Bangkok melalui akun twitter resminya mengimbau kepada seluruh WNI agar tetap berhati-hati dan menjaga ketertiban umum.

WNI juga diminta terus memonitor perkembangan situasi di Negeri Gajah Putih itu melalui media massa dan media sosial.

Sementara KBRI mengabarkan tidak ada WNI yang menjadi korban ledakan bom tersebut.

Akan tetapi pihak KBRI terus memantau perkembangan yang ada.

Bagi yang memerlukan kontak KBRI Bangkok, bisa menghubungi nomor telepon berikut, 02 252 3135-40 atau di nomor handphone 098 3382 143, 092 9031 103, dan 092 9951 595.

Selain itu bisa juga melalui twitter @KBRI_Bangkok atau Facebook di Komunitas Indonesia di Thailand.

Serangan bom kembali terjadi di Thailand, kali ini terjadi di wilayah sebelah selatan negara itu. Insiden itu terjadi berturut-turut pada Kamis (11/8/2016) malam dan Jumat (12/8/20Q6) pagi, dua ledakan di masing-masing hari.

Lokasi ledakan Kamis adalah di Hua Hin dan Trang, sedangkan ledakan hari Jumat di dekat sebuah pos polisi di Surat Thani.

Ledakan bom Kamis dikatakan menewaskan seorang dan mencederai sekitar 20 orang lainnya, termasuk tiga orang yang berkondisi kritis.

Sedangkan, ledakan bom Jumat menewaskan seorang dan mencederai beberapa orang lainnya.

Sejauh ini menurut DNA India total empat orang tewas akibat serangkaian ledakan bom dalam jangka waktu 24 jam itu.

Menurut Thai Rath, sebanyak 11 alat peledak ditemukan terpasang di daerah Hua Hin dan beberapa sudah ada yang bisa ditangani tim gegana.

Kepolisian setempat telah mengimbau warga untuk tetap berdiam di dalam rumah masing-masing demi menjamin keselamatan mereka. Sebagian besar yang menjadi korban adalah warga asing, sebab serangan-serangan bom itu kebanyakan menyasar daerah wisata atau padat wisatawan.

Belum ada yang mengklaim atas serangan tersebut.

Ledakan di Daerah Penuh Bar

Bom terjadi menjelang hari libur nasional dalam rangka merayakan ulang tahun Ratu Sirikit, istri dari Raja Bhumibol Adulyadej, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse.

Dua ledakan melanda di Phuket, kota wisata populer Thailand. Dua bom lain dilaporkan terjadi Provinsi Trang dan Provinsi Surat Thani, di masing-masing satu orang tewas.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menyerukan masyarakat tetap tenang dan mengatakan dia tidak tahu siapa yang berada di balik serangan.

“Bom-bom ini adalah usaha untuk menciptakan kekacauan dan kebingungan,” katanya kepada wartawan.

“Kita tidak harus membuat orang panik lagi,”tambahnya.Media lokal Thailand melaporkan bahwa petugas penjinak bom juga sedang dikerahkan untuk memusnahkan bom lain di Pantai Loma yang terletak di dekat Patong.Ledakan terbaru hari Jumat hanya berselang kurang dari 24 jam dari ledakan kembar di kawasan wisata Hua Hin, sehingga satu perempuan tewas dan 19 orang, termasuk tujuh turis asing, terluka akibat ledakan bom Kamis, (11/8/2016) malam.

Ledakan itu terjadi di area penuh bar di kawasan pantai yang ramai dikunjungi turis, seperti dilaporkan kantor berita Agence France Presse, Jumat (12/8/2016)pagi.

Warga yang panik akibat ledakan pertama dikejutkan oleh ledakan kedua, yang berselang 30 menit, dengan lokasi berbeda yang berjarak 50 meter dari titik ledakan pertama.

Ledakan skala kecil seperti itu sering terjadi di Thailand selama terjadi ketegangan politik.

Namun, sudah ada beberapa insiden sejak tahun lalu dan jarang terjadi di area wisata yang menjadi sumber utama pendapatan negara.Insiden terbaru jelas mengancam reputasi Thailand sebagai tujuan populer wisata internasional di kawasan Asia Tenggara.

Tidak Terkait Teroris

Otoritas Thailand masih menyelidiki rentetan ledakan bom yang menewaskan 4 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Kepolisian Thailand meyakini ledakan-ledakan itu tidak terkait dengan kelompok militan internasional manapun.

“Terlalu dini untuk mengambil kesimpulan,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kolonel Polisi Krisana Pattanacharoen seperti dilansir Reuters.

“Tapi yang kami tahu pasti, insiden ini tidak terkait secara langsung dengan terorisme dalam bentuk apapun. Faktanya, ini merupakan sabotase lokal dan kami berusaha mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab di balik insiden ini,” tambahnya.

Kepolisian Thailand juga menyatakan, pihaknya tidak menemukan bukti yang menunjukkan ledakan-ledakan itu terkoordinasi maupun terkait dengan kelompok pemberontak di Thailand selatan yang ditinggali mayoritas warga muslim.

Selain menewaskan 4 orang, ledakan-ledakan itu juga melukai 21 orang termasuk 9 turis asing.

Menurut staf rumah sakit setempat, warga asing yang menjadi korban luka berasal dari beberapa negara, seperti Jerman, Italia, Belanda dan Australia. (DNA India/Reuters/Agence France Presse/rth/wly)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!