Tips Mengajari Anak Mengelola Keuangan

redaksi.co.id - Tips Mengajari Anak Mengelola Keuangan Mengajari anak mengelolakeuangan wajib hukumnya bagi orang tua. Tapi, gimana caranya ya biar pelajaran itu gampang diserap dan dipraktikkan?Sebenarnya,...

18 0

redaksi.co.id – Tips Mengajari Anak Mengelola Keuangan

Mengajari anak mengelolakeuangan wajib hukumnya bagi orang tua. Tapi, gimana caranya ya biar pelajaran itu gampang diserap dan dipraktikkan?

Sebenarnya, kita bisa memberikan pelajaran soal keuangan dalam banyak hal di kehidupan sehari-hari. Termasuk sambil belanja bulanan.

Benarkah bisa mengajarkan soal keuangan sembari beli kebutuhan bulanan? Benar, dong. Simak tips mengajari anak soal keuangan sambil belanja bulanan di bawah ini:

Lakukan

Anak lebih cenderung meniru apa yang kita lakukan daripada mengikuti perkataan. Jadi, pastikan kita punya belanja dengan cermat. Misalnya selalu bawa catatan belanja dan menaatinya.

Belanja bareng anak jangan dianggap sebagai beban dong

Ketika belanja kebutuhan rumah tangga, libatkan anak misalnya dengan meminta mereka memegang daftar belanja. Sambil berbelanja, ambil waktu untuk menjelaskan betapa pentingnya bujet dan membeli barang yang dibutuhkan, bukan diinginkan.

Sebelum ke supermarket, ajak anak ke bank untuk ambil uang. Gunanya, selain mengenalkan fungsi bank, anak tahu bahwa kita gak selalu pegang uang tunai. Jadi, mereka gak sewaktu-waktu merengek minta sesuatu.

Saat hendak belanja, minta anak mengisi daftar belanja dengan apa yang mereka butuhkan. Manfaatnya, anak bisa belajar bikin daftar belanja berdasarkan kebutuhan. Selain itu, kita bisa menasihati jika yang mau mereka beli bukanlah barang yang diperlukan.

Saat akan membeli barang, bicarakan soal harga barang itu ke anak. Bikin perbandingan ke barang sejenis yang lebih mahal tapi fungsinya sama. Jadi, anak bisa belajar soal nilai uang dan gak terpaku pada merek, melainkan manfaat.

Hindari

Meski sepele, perkataan itu bisa membuat anak berpikir bahwa kita lagi bangkrut dan bakal hidup susah. Jika anak merengek mau beli sesuatu, bilang dengan kalem, Nanti, ya. Uangnya dipakai untuk kebutuhan bersama dulu, keluarga.

Jangan sampai anak mengira belanja adalah salah satu cara untuk bersenang-senang. Bisa-bisa mereka nanti terjebak pada pola hidup konsumerisme. Mungkin kita bisa sesekali mengajaknya belanja di pasar tradisional agar bisa fokus belanja, gak tergoda ke butik atau wahana mainan.

Jika anak masih di bawah usia SMA, sebaiknya hindari pakai kartu kredit di depan mereka. Asumsinya, anak SMA sudah tahu apa itu kartu kredit, termasuk risikonya. Kalau kita selalu belanja pakai kartu kredit, bisa-bisa mereka berpikir, Wah, bisa beli tanpa duit, tinggal gesek kartu. Ini bahaya.

Meski sayang kepada anak, bukan berarti kita bisa asal memberikan apa pun yang mereka mau. Saat belanja, kadang anak minta dibelikan ini-itu. Jika kita turuti, bukan mustahil sampai dia dewasa terus minta macam-macam tanpa bisa membedakan apa itu kebutuhan dan keinginan.

Ada orang tua yang sengaja membiarkan anak berlarian ke sana-kemari saat belanja. Hayo, siapa yang begitu…. Selain gak bisa mengajari anak soal keuangan, hal ini bisa berujung buruk jika anak hilang, atau menjatuhkan barang pecah-belah yang mesti kita bayar.

Kita bisa mengambil waktu kapan pun untuk mengajari anak soal keuangan. Gak hanya saat belanja bulanan. Saat makan bersama, saat mengantarnya sekolah, sebelum sang buah hati tidur, dan lain-lain.

Yang jelas, sebelum mengajari anak, kita mesti memastikan dulu bahwa kita telah menjalankan prinsip keuangan dengan baik. Gak lucu kan, mau mengajari, tapi kitanya sendiri belum menguasai. Malu sama kucing.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!