Kesalahan Pemasaran Usaha Kecil yang Sering Dilakukan dan Gimana Menghindarinya

redaksi.co.id - Kesalahan Pemasaran Usaha Kecil yang Sering Dilakukan dan Gimana Menghindarinya Metode pemasaran alias marketing yang baik bakal memastikan hubungan bisnis kita dengan pelanggan terjalin...

20 0

redaksi.co.id – Kesalahan Pemasaran Usaha Kecil yang Sering Dilakukan dan Gimana Menghindarinya

Metode pemasaran alias marketing yang baik bakal memastikan hubungan bisnis kita dengan pelanggan terjalin baik pula. Jalinan ini adalah modal kita untuk menjalankan bisnis.

Jadi, keliru kalau berpikir bahwa bisnis bisa jalan asal ada duit. Iya, sih bisa jalan. Tapi paling 100-200 meter, sudah. Mentok. Kolaps.

Betul. Modal berupa duit adalah yang utama dalam bisnis. Tapi modal ini bisa didapatkan dari banyak sumber. Saat lagi gak pegang duit, bisa saja pinjam ke bank.

Duit hanyalah satu di antara sederet faktor penunjang kemajuan bisnis. Setelah bisnis berdiri, modal bisa dikesampingkan. Yang dihadapi sekarang adalah marketing.

Seringnya orang-orang berpikir, yang penting bisnis jalan dulu. Soal marketing itu nanti. Tapi, begitu bener bisnis berdiri, bingung kok dagangan gak laku-laku.

Itu sebabnya, marketing memerlukan rencana yang matang sebelum dieksekusi. Jika rencana masih mentah, atau malah gak pakai rencana, ujungnya bisa salah.

Berikut ini kesalahan pemasaran usaha kecil yang sering kita lakukan dan gimana cara menghindarinya:

1. Kurang riset

Dalam marketing, riset sangatlah penting. Yang diriset adalah pasar, pelanggan. Caranya, perhatikan tren bisnis yang kita geluti. Apa yang lagi digandrungi, berapa harga rata-ratanya, pelanggan utamanya usia berapa, dan seterusnya.

Tanpa riset, marketing akan buta arah. Riset di sini juga bisa dilakukan dengan mengetes pasar. Misalnya kita jual harga sekian rupiah, gimana responsnya. Jika respons kurang baik, bisa dievaluasi. Begitu pula dengan kemasan produk.

2. Gak fokus

Marketing harus punya fokus. Jika gak ada fokus, cakupan pasar akan terlalu luas. Akibatnya, malah gak ada yang terjaring pemasaran.

Untuk menghindarinya, kita harus mencermati karakter pelanggan. Kira-kira kalangan mana yang paling berpotensi dijadikan target marketing. Bukan asal tebar jala. Bisa-bisa malah jala dirusak ikan yang terlalu besar, atau malah hanya terjaring ikan kecil-kecil.

3. Pasaran

Produk ataupun jasa yang kita jual bisa saja gak terlalu unik. Tapi, marketing kudu unik alias lain daripada yang lain. Dengan begitu, masyarakat sadar akan keberadaan kita, bukan numpang lewat doang.

Banyak yang cenderung mengikuti cara marketing pesaing yang dianggap lebih sukses. Tujuannya sih biar mengekor kesuksesan mereka. Mau gitu hanya jadi ekor? Lampaui dong, jangan cuma pegang buntut pesaing.

4. Jual putus

Bedakan antara pembeli dan pelanggan. Saat baru pertama kali beli, anggap orang itu pembeli. Setelah itu, pastikan si pembeli bisa diubah menjadi pelanggan.

Gak jarang pebisnis hanya jual putus. Setelah barang terbeli, sudah. Gak ada komunikasi lagi dengan si pembeli. Justru kita harus terus berkomunikasi.

Cara yang paling mudah, bikin akun media sosial. Tapi jangan hanya bikin. Kalau ada pertanyaan, jawab. Manfaatkan juga akun itu untuk memasarkan produk terbaru, termasuk mengumumkan promosi.

5. Gak jujur

Sering kita lihat iklan marketing pakai bahasa bombastis. Gak jadi masalah kalau kita mengikutinya. Tapi, pastikan informasi yang diberikan itu betul.

Jadi, bukan sekadar bombastis. Kalau kenyataan di lapangan beda dengan dalam marketing, siap-siap dicap penipu oleh pembeli. Setelah itu, tahu sendiri dong akibatnya.

Lima kesalahan marketing di atas hanyalah contoh. Ada yang pernah merasa melakukan? Ayo, saatnya mengubah pola marketing kita.

Tapi, sayangnya, meski sudah berusaha keras dan menghindari kesalahan-kesalahan marketing yang biasa terjadi, kegagalan tetaplah mengintai. Meski begitu, sebagai pengusaha kita tetap harus optimistis.

Kalau menjalankan usaha dengan pesimisme, buat apa? Menghabiskan uang saja. Mending usahanya ditutup, jadi pegawai. Tiap bulan rutin terima gaji tanpa mikir berat-berat pengembangan bisnis.

Dijalankan saja dulu bisnisnya dengan pemasaran yang matang terencana. Seperti kata Om Bob Sadino, Bisnis yang baik adalah yang dijalankan, bukan diomongkan doang.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!