Jadi Pusat Pertumbuhan Wisata, Banyuwangi Tata Infrastruktur

redaksi.co.id - Jadi Pusat Pertumbuhan Wisata, Banyuwangi Tata Infrastruktur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah mempersiapkan sejumlah strategi proyek infrastruktur yakni bandara, jalan tol dan hotel sejalan dengan...

14 0

redaksi.co.id – Jadi Pusat Pertumbuhan Wisata, Banyuwangi Tata Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah mempersiapkan sejumlah strategi proyek infrastruktur yakni bandara, jalan tol dan hotel sejalan dengan target Banyuwangi menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur, terutama di sektor pariwisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pemerintah Banyuwangi sebelumnya sudah bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam membangun Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang ditargetkan bisa melayani penerbangan langsung dari Jakarta.

Jadi bandara ini sangat penting bagi Banyuwangi karena menjadi pintu masuk baik untuk domestik dan ke depan diharapkan ada direct flight internasional.

Makanya secara bertahap kami membangun terminalnya dan pemerintah pusat membangun landasannya yang menjadi 2.250 meter dari yang sebelumnya hanya 1.800 meter, katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan selain membuka akses masuk melalui jalur udara, pemerintah pusat saat ini juga tengah membahas rencana pengembangan jalan tol dari Surabaya-Bondowoso-Banyuwangi.

Untuk percepatan pembangunan, rencananya ada pemindahan jalur yang semula melewati tanah rakyat, kini menggunakan tanah negara misalnya lahan Perhutani.

Soal infrastruktur jalan tol ini juga penting. Jarak capaian selain kereta api juga bisa jalan tol. Ketika Menteri BUMN ke Banyuwangi, menurut beliau, Jakarta sedang mengambil langkah cepat termasuk memindahkan jalur dengan begitu proses pembebasan lahan akan lebih cepat, jelasnya.

Sejalan dengan target penyelesaian proyek terminal di Bandara Blimbingsari yang pada 2017 bisa beroperasi, Pemkab Banyuwangi tahun ini menargetkan kunjungan wisatawan lokal mencapai 2 juta orang sedangkan target wisatawan mancanegara ditarget 50.000 orang.

Dari pintu masuk bandara, jumlah kunjungan juga meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan capaian pada 2010 yakni dari 7.300 penumpang, kini menjadi 120.000 penumpang.

Dengan adanya penambahan penerbangan menuju Banyuwangi, tentu ke depan tingkat kunjungan akan terus bertumbuh, imbuh Anas.

Terkait pengembangan fasilitas hotel, tambah Anas, Pemkab Banyuwangi saat ini masih mengerem pertumbuhan hotel baru melalui pemberian izin. Menurutnya, pemkab harus menjaga keseimbangan antara supply dan demand agar tidak terjadi masalah baru yakni persaingan ketat dan okupansi yang rendah.

Hotel memang cenderung penuh, tapi kami tidak obral izin. Kalau pun ada pembangunan hotel baru, minimal kami keluarkan izin 1-4 izin hotel baru dalam setahun, imbuhnya.

Sementara itu, terpisah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan setuju bila bandara Banyuwangi menyandang status bandara internasional karena ada sejumlah antrean penerbangan yang ingin menuju Banyuwangi secara langsung seperti dari Singapura dan Malaysia.

Sebetulnya Presiden sudah setuju, tinggal tambahan runway . Dan sebetulnya tidak ada kendala, prosesnya saja cepat, kalau dulu hanya sehari satu kali penerbangan, lalu sehari dua kali, dan sekarang sehari tiga kali, katanya.

BISNIS.COM

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!