Gary Neville Kembali ke Habitat Asal

redaksi.co.id - Gary Neville Kembali ke Habitat Asal Gary Neville sepertinya belum berjodoh untuk mejadi seorang pelatih tim sepak bola. Usai dipecat dari Valencia, lantaran gagal...

8 0

redaksi.co.id – Gary Neville Kembali ke Habitat Asal

Gary Neville sepertinya belum berjodoh untuk mejadi seorang pelatih tim sepak bola. Usai dipecat dari Valencia, lantaran gagal memperbaiki reputasi klub tersebut di kompetisi La Liga Spanyol, mantan pemain Manchester United (MU) itu kembali ke ‘habitat’ aslinya, yaitu sebagai komentator pertandingan sepak bola.

Stasiun olah raga ternama di London, Inggris, Sky Sport, kembali mengontrak Neville untuk sebuah acara khusus tentang Liga Primer Inggris di musim mendatang. Kembalinya Neville ke layar kaca, disebutkan Daily Mail, seperti memberikan kehidupan asli bagi mantan pemain bertahan itu.

Nama besar Neville sebetulnya masih terjaga meskipun pensiun dari Old Trafford. Sejak 2011 lalu, usai menyatakan gantung sepatu, pesepakbola 41 tahun itu mencoba menjaga kariernya dengan menjadi komentator sepak bola bersama Sky Sport.

“Banyak pemirsa terkesan dengan analisis tajamnya tentang Liga Inggris,” tulis Daily Mail.

Ditunjuknya Roy Hudgson sebagai pelatih timnas Inggris membawa pemain didikan Alex Ferguson itu kembali ke lapangan sebagai asisten pelatih pada penghujung 2012.

Kemudian pada pertengahan musim pertandingan 2015/2016, Neville mencoba debut kepelatihannya di La Liga Spanyol bersama Valencia menggantikan Nuno Espirito Santo.

Namun, kepelatihan Neville bersama Valencia tak membuat klub tersebut membaik. Neville menjadi sasaran hujatan fan usai klub tersebut dihabisi Barcelona 1-7 pada ajang Copa Del Rey.

Manajemen Valencia pun mendepaknya sebelum kontraknya habis. Ia pun kembali menjadi asisten pelatih Inggris yang berpartisipasi pada ajang Piala Eropa 2016.

Akan tetapi, kegagalan Hodgson membawa Inggris berjaya di Piala Eropa membuat Neville tak luput dari pemecatan. Dua kali dipecat sebagai pelatih seperti menakdirkan Neville sebagai pengamat pertandingan ketimbang menjadi juru taktik lapangan.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!