Muncul kabar pelaut Indonesia berhasil kabur dari Abu Sayyaf

redaksi.co.id - Muncul kabar pelaut Indonesia berhasil kabur dari Abu Sayyaf Seorang pelaut warga negara Indonesia berhasil kabur dari penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf, di kepulauan...

22 0

redaksi.co.id – Muncul kabar pelaut Indonesia berhasil kabur dari Abu Sayyaf

Seorang pelaut warga negara Indonesia berhasil kabur dari penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf, di kepulauan selatan Filipina. Dia ditemukan warga di pesisir Barangay Bual, Kota Luuk, Kepulauan Sulu.

GMA News Network melaporkan, Rabu (17/8), pelaut yang kabur itu bernama Mohammad Safyan (28), yang dilaporkan diculik 23 Juni lalu oleh Abu Sayyaf. Polisi menemukannya dalam kondisi sehat dan tidak terluka, pagi ini waktu setempat.

Berdasarkan keterangan Safyan, dia memutuskan kabur setelah para penculik mengancam bakal memenggalnya jika tebusan tak dibayar. Dia kemudian menempuh rute pelarian melalui hutan bakau, di antara Barangay Bual dan Bato-Itum. Belum jelas bagaimana nasib enam rekan Safyan lainnya yang masih ditawan Abu Sayyaf.

Safyan adalah salah satu dari tujuh anak buah kapal tunda Charles milik PT Rusianto Bersaudara. Kapal ini berlayar melewati jalur berbahaya membawa muatan batu bara dari Samarinda menuju Filipina. Di kapal sebenarnya ada 13 ABK, namun hanya tujuh orang yang diculik oleh militan bersenjata termasuk sang kapten kapal. Abu Sayyaf belakangan menuntut tebusan 250 juta Peso jika ingin para anak buah kapal dibebaskan.

Merdeka.com masih menunggu konfirmasi kabar mengenai Safyan dari pejabat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI. Merujuk informasi GMA, Safyan kini sudah dalam perlindungan polisi Filipina.

Baca juga:Menko Wiranto soal ABK disandera: Usaha diplomasi terus dilakukanKeluarga sandera ABK Charles tak sabar tunggu kepastian pemerintahKeluarga ABK Charles tagih janji Wiranto bebaskan sanderaTenggat tebusan ABK Charles tinggal 2 hari, ini harapan keluarga ABK50 Hari berlalu, upaya pembebasan 7 ABK TB Charles makin tak jelasWNI diculik lagi, MPR pertanyakan efektivitas diplomasi pemerintahDuterte ajak dialog MILF, singgung pembebasan WNI korban Abu Sayyaf

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!