Berpaspor Prancis, Anggun: Saya Orang Indonesia

redaksi.co.id - Berpaspor Prancis, Anggun: Saya Orang Indonesia JAKARTA Anggun, 42, terpaksa meninggalkan kewarganegaraan Indonesia. Keputusan berat yang diambilnya itu menuai banyak respons negatif dari rakyat...

9 0

redaksi.co.id – Berpaspor Prancis, Anggun: Saya Orang Indonesia

JAKARTA Anggun, 42, terpaksa meninggalkan kewarganegaraan Indonesia. Keputusan berat yang diambilnya itu menuai banyak respons negatif dari rakyat bangsa sendiri. Dia disebut tidak nasionalistis dan bukan lagi orang Indonesia

Cuma di Indonesia, saya dibilang orang Prancis. Aneh banget. Di luar negeri, kalau saya mengaku orang Prancis, mana ada yang percaya tampilan seperti ini orang Prancis, katanya saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat, kemarin (18/8).

Persoalan kewarganegaraan sedang menjadi hangat dibicarakan. Meski baru tiba di Indonesia pada Rabu (17/8), Anggun yang berpaspor Prancis selama 15 tahun terakhir mendengar masalah yang membuat Arcandra Tahar diberhentikan dengan hormat sebagai menteri ESDM.

Juga Gloria Natapradja Hamel yang gagal mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Anggun concern dengan isu tersebut. Terlebih karena dia mengalami sendiri hal serupa.

Menurut Anggun, nasionalisme seseorang tidak bisa dinilai dari atribut. Misalnya, paspor mana yang mereka pegang atau batik apa yang mereka kenakan. Di Indonesia dan di luar Indonesia, tidak sedikit warga negara asing yang peduli dengan negeri ini. Mereka punya kontribusi. Mereka juga mencintai segala hal tentang Indonesia. Nasionalisme mereka terhadap Indonesia tidak perlu dipertanyakan. Namun, mereka tidak tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Sementara itu, banyak pula WNI yang jelas-jelas orang Indonesia. Lahir di Indonesia. Dari orang tua yang juga WNI. Punya anak Indonesia. Secara fisik Indonesia sekali.

Tapi, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Malah cenderung kebule-bulean. Nah, sisi nasionalisme mereka di mana? ujar Anggun penuh tanya.

Anggun lantas membandingkan mereka dengan dirinya, Arcandra, dan Gloria. Meski memegang paspor asing, nasionalisme mereka sebenarnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Anggun, Arcandra, dan Gloria dilahirkan di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, serta makan dan minum dari hasil bumi Indonesia. Mereka juga fasih berbahasa Indonesia. Secara fisik pun, mereka sangat Indonesia.

Belum lagi kalau belum makan nasi masih enggak kenyang. Terlepas dari kewarganegaraan, saya ini orang Indonesia, ungkap ibu satu anak tersebut.

Anggun menyatakan, meski lama tinggal di Prancis hingga punya anak di sana, dirinya tetap membawa identitas Indonesia. Anggun memilih menamai anaknya Kirana yang Indonesia sekali.

Perempuan yang patung lilinnya segera mengisi Madame Tussauds Bangkok tersebut mengajari Kirana bahasa Indonesia hingga fasih. Itulah yang menjadikan Kirana orang Indonesia meski paspornya bukan paspor Indonesia.

Buat saya sih, nasionalisme itu ada di bahasa. Bukan atribut yang kelihatan di luar. Kalau pakai batik, semua orang juga bisa, ucap Anggun dengan nada agak sinis.

Anggun menilai sudah saatnya pemerintah merevisi undang-undang tentang kewarganegaraan. Keputusannya untuk melepas kewarganegaraan Indonesia pada saat itu juga bukan tanpa alasan. Juga bukan hal yang mudah.

Jika diperkenankan memiliki dua kewarganegaraan, Anggun tentu akan mempertahankan kewarganegaraan Indonesia. Namun, Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda.

Dia harus memilih salah satu. Prancis menjadi pilihannya untuk memudahkan karirnya sebagai penyanyi. Memegang paspor Prancis membuat Anggun lebih mudah mobile dari satu negara ke negara lain.

Undang-undang itu harus direvisi. Contohnya, saya sendiri. Saya diharuskan melepas kewarganegaraan. Kalau tidak, enggak bisa. Susah kan itu. Tapi, yang penting di dalam hati, saya tetap orang Indonesia, tuturnya. (and/c14/ayi)

Perjalanan Anggun Melepas Paspor Indonesia

29 April 1974

Anggun lahir di Jakarta dengan nama Anggun Cipta Sasmi.

1981

Pada usia 7 tahun, Anggun sudah bisa menjadi penyanyi dan kerap diundang tampil di berbagai acara.

1986

Anggun masuk dapur rekaman dan merilis album Dunia Aku Punya di bawah bimbingan Ian Antono. Dia juga mulai membawakan lagu-lagu berbahasa Inggris.

1991

Pada usia 17 tahun, karir Anggun sebagai penyanyi melejit. Single andalannya adalah Tua-Tua Keladi. Dia juga mulai menulis lagu Bayang-Bayang Ilusi dan Mimpi.

1994

Memasuki usia 20 tahun, Anggun sudah punya lima album. Dia menjadi Artis Indonesia Terpopuler. Pada tahun itu, Anggun juga memutuskan menikah muda dengan pria berkebangsaan Prancis bernama Michel Georgea. Mereka meninggalkan Jakarta dan Anggun mulai membangun karir internasionalnya di negara sang suami.

1997

Anggun bertemu dengan produser Erick Benzi dan melahirkan album Snow on the Sahara yang beredar di 33 negara.

2001

Karir Anggun makin menanjak. Dia harus melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk promo album. Membawa paspor Indonesia, Anggun kerap kerepotan mengurus visa. Apalagi, untuk visa ke AS, KBRI Paris sama sekali tidak membantu. Malah mempersulit. Anggun dengan berat hati akhirnya memutuskan untuk berganti kewarganegaraan. Dia melepas paspor Indonesia demi kelancaran pekerjaan.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!