Kriteria Menteri ESDM Pengganti Arcandra Tahar

redaksi.co.id - Kriteria Menteri ESDM Pengganti Arcandra Tahar Archandra Tahar resmi dicopot sebagai Menteri ESDM beberapa hari lalu oleh Presiden Joko Widodo(Jokowi). Walau telah ada pejabat...

30 0

redaksi.co.id – Kriteria Menteri ESDM Pengganti Arcandra Tahar

Archandra Tahar resmi dicopot sebagai Menteri ESDM beberapa hari lalu oleh Presiden Joko Widodo(Jokowi). Walau telah ada pejabat pelaksana Menteri ESDMyaitu LuhutBinsarPanjaitanyang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, masyarakat masih berharap akan ada menteri ESDM baru yang memberikan solusi permasalahan energi di Indonesia.

Para pejabat dan tokoh publik pun banyak memberikan usulan penggantiArchandra.Dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN)Syamsir Abduhmengungkapkan beberapa kriteria sosok yang pantas menjadi Menteri ESDM.”Menteri ESDM yang baru itu harus menggapai cita-cita yang belum tercapai, yakni kemandirian dan ketahanan energi, ujar Syamsir.

Menteri ESDM dapat berasal dari profesional, tetapi calon menteri tersebut harus paham tentang politikIndonesia, meskipun sosok tersebut bukan orang politik. Selain itu, bagi Syamsir, menteri ESDM yang baru harus punya koordinasi baik dengan menteri lain, seperti kementerian keuangan, dan kementerian BUMN.

Direktur Eksekutif ReforMiner InstituteKomaidi Notonegoromenjelaskan bahwa menteri ESDM yang baru harus memiliki aspek kepemimpinan dan integritas yang bagus.

Menteri ESDM juga harus memiliki keahlian untuk mengelola kekayaan secara strategis. Permasalahan integritas juga diakui oleh Fahmi Radhi, pengamat ekonomi energi UGM. Selain integritas, nasionalisme yang kuat, orang asing tidak boleh jadi (menteri) ESDM), ujar Fahmi.

Terkait asal menteri dari partisan atau non-partisan, beberapa pejabat dan tokoh publik memiliki pandangan yang berbeda. Syamsir Abduh dan Fahmi Radhi sama-sama menegaskan bahwa calon Menteri ESDMpenggantiArcandraTahar harus berasal dari kalangan profesional atau non-partisipan.

Sedangkan, anggota komisi VII DPR dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Kurtubimenjelaskan bahwa antara partisipan dengan non-partisipan tidak ada bedanya. Jangan terlalu dikotomi antara menteri parpol, dengan profesional, tegasnya. (Aldo Lim/Gdn)

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!