11 Film Indonesia Bertema Sepak Bola Era Benyamin S hingga Timnas

redaksi.co.id - 11 Film Indonesia Bertema Sepak Bola Era Benyamin S hingga Timnas Dunia layar lebar Indonesia dalam satu dekade terakhir banyak menghasilkan karya yang bertema...

615 0

redaksi.co.id – 11 Film Indonesia Bertema Sepak Bola Era Benyamin S hingga Timnas

Dunia layar lebar Indonesia dalam satu dekade terakhir banyak menghasilkan karya yang bertema sepak bola. Semenjak awal kebangkitan film Indonesia pada era 2000-an, para sineas Indonesia juga berkreasi dengan mengangkat cerita dengan tema sepak bola.

Tema yang diangkat mulai dari turnamen antarkampung, futsal, tim nasional, suporter, hingga mafia sepak bola. Namun, tema yang paling sering diangkat adalah tim nasional, termasuk kesuksesan Timnas U-19 menjuarai Piala AFF2013.

Film populer tema sepak bola yang pertama diluncurkan oleh Andi Bachtiar Yusuf lewat The Conductorspada Februari 2008.Jauh sebelum era film modern, sineas Indonesia pernah menjadikan turnamen sepak bola sebagai bagian dari plot. Film yang paling populer adalah BuayeGile, garapan almarhum BenyaminSuebdan SyamsulFuad pada tahun 1974.

Berikut Bola.com merangkum 11 film Indonesia bertema sepak bola:

The Conductors

Film ber-genredokumenter ini mengangkat kisah dirigen Aremania, YuliSugiarto atau akrab disapa YuliSumpil. Meski tema utama tentang sepak bola, film ini menggambarkan tiga sosok yang memiliki profesi dengan label sama, yakni conductor.

Conductor yang dimaksud adalah pemimpin sebuah orkestra yang melibatkan komposer ternama Addie MS, lalu pemimpin paduan suara legendaris dari UI, AG Sudibyo, dan sosok YuliSumpilsebagai pemimpin puluhan ribu Aremaniasaat mendukung Arema di stadion.

TheConductorsmelahirkan satu kesimpulan bahwa tidak semua orang dilahirkan sebagai pemimpin. Tiga pemeran utama dalam film itu punya gaya masing-masing. AddieMS dengan pembawaannya yang karismatik dan klasik, sementara AG Sudibyoadalah sosok yang punya keinginan kuat.

Sementara dari sisi YuliSumpiladalah gairah seorang dirigen yang tak kenal lelah mengatur ritme para suporter bernyanyi dan meneriakkan yel-yel.

Gara-gara Bola

Setelah TheConductorsdirilis, pada tahun yang sama muncul fim komedi berjudul Gara-Gara Bola. Dibintangi Khalid KashogidibintangiHerjunotAli, dan WinkyWiryawan, dan Laura Basuki.

Tema yang diangkat dalam film ini sebenarnya cukup rumit, yakni tentang judi bola. Namun, sisi humor yang ditampilkan lewat para aktor membuat film ini enak dinikmati tanpa penonton harus berpikir. Herjunotdan Winkymemerankan dua sahabat yang sama-sama menggemari sepak bola.

Mereka terjebak dalam judi ketika bertaruh dalam final Piala Dunia 2006. Alhasil, mereka pun dikejar-kejar oleh kaki tangan bandar judi besar di Jakarta. Indra Herlambang sukses memerankan kaki tangan bandar judi yang membuat film itu semakin kocak.

Romeo Juliet

Setahun setelah merilis TheConductors, Andi BachtiarYusufkembali mengangkat tema sepak bola dalam karyanya. Kali ini lewat RomeoJuliet, dibintangi Edo Borne, Sissy Pricillia, dan Alex Komang. Dirigen AremaniaYuliSumpilkembali ditampilkan sebagai pemeran pendukung.

Sesuai dengan judul, film ini berakhir sedih. Dikisahkan hubungan cinta terlarang antara suporter Persib Bandung (Desi) dengan anggota The Jakmania(Rangga). Mereka pun kawin lari dan sempat singgah di Malang menemui YuliSumpil.

Akhir cerita, Rangga meninggal di Bandung saat akan menemui istrinyayang sedang menonton pertandingan Persib. Film ini sempat menimbulkan kontroversi dan penolakan dari suporter Persibkarena dianggap memojokkan mereka.

Terlepas dari hal itu, sebenarnya ada pesan positif dalam film tersebut, yakni apapun bisa terjadi di antara kedua suporter yang berseteru, mulai persabahatanhingga percintaan.

Garuda di Dadaku

Garuda di Dadakujadi film Indonesia pertama yang mengangkat tema Timnas Indonesia. Film arahan sutradaraIfa Isfansyahdibintangi MarsaAruan, Maudy Koesnaedy, Emir Mahira, dan Ari Sihasale.

Diceritakan sosok Bayu yang berusia 12 tahun dan bercita-cita menembus skuat Timnas U-13. Bayu yang sejak kecil menggemari sepak bola sering menggiring bola di gang-gang sempit tempat ia tinggal.

Satu hal yang fenomenal dari film ini adalah original soundtrack(Garuda di Dadaku) yang diciptakan band Netral. Lagu itu menjadi pengiring timnas ketika bertanding dan dinyanyikan oleh suporter Indonesia.

Pada 2011, sekuel Garuda di Dadakudirilis. EmirMahirakembali jadi pemeran utama dalam film yang disutradarai Rudy Soejarwo.

Tendangan dari Langit

Tema sepak bola juga diangkat oleh sutradara terkenal Hanung Bramantyolewat film Tendangan dari Langit. Dua pesepak bola top,Irfan Bachdimdan Kim Kurniawanturut andil dalam film tersebut. Selain itu, aktris cantik MaudyAyunda dan Joshuajuga mewarnai film produksi Sinemart

Cerita film ini tentang remaja bernama Wahyu, tinggal di lereng gunung Bromo, Jawa Timur. Namun, Wahyu tidak mendapat restu dari sang ayah untuk melanjutkan cita-cita jadi pesepakbola.

Padahal, ia ditemukan oleh pelatih Persema Malang, Timo Scheunemanndan Matias Ibo yang tengah berwisata ke Bromo. Kedua pelatih juga merupakan sosok nyata di perhelatan sepak bola nasional.

Pesan moral dalam film itu adalah perjuangan Wahyu melawan rintangan untuk mengejar impian. Rintangan tak hanya datang dari orang tua, tapi juga dirinya.

Hari Ini Pasti Menang

Film Hari Ini Pasti Menang merupakan adaptasi dari novel berjudul Menerjang Batas karta Estu Ernesto. Tema yang diangkat oleh sutradara Andi BachtiarYusuf adalah perjuangan Timnas Indonesia berjuang di Piala Dunia 2014.

Tokoh sentral dalam film itu adalah GabrielOmar Baskoroyang diperankan ZendhyZain. Ia jadi bintang Timnas Indonesia yang lolos ke perempat final Piala Dunia. Diceritakan, Omarmemperkuat klub JakartaMetropolitan yang bermain di Liga Utama Indonesia.

Konflik terjadi setelah ada isu mafia sepak bola yang terlibat dalam Timnas Indonesia. Selain itu, tokoh utama, Omar, menghadapi berbagai problem termasuk popularitas di Indonesia.

Cahaya dari Timur (Beta Maluku)

Film Cahaya dari Timur (Beta Maluku) adalah film bertema sepak bola pertama yang mengangkat salah satu pusat sepak bola di Indonesia, Maluku. Musisi GlennFredly merupakan produser film yang disutradarai Angga DwimasSasongko.

Dibintangi ChiccoJericho, Cahaya dari Timur memadukan tema sepak bola dengan isu sosial di Maluku, yakni konflik antaragama.

Cicchoberperan sebahaiSani Tawainella, mantan pesepakbola Timnas U-15 yang kini jadi tukang ojek. Ia berusaha menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama.

Saniakhirnya diberi tugas menangani tim Maluku pada kejuaraan nasional. Film ini sangat kental dengan kultur Maluku dengan menggunakan bahasa Ambon dalam dialog. Film ini mendapat penghargaan di Festival Film Indonesia 2014 sebagai film terbaik.

Film ini memotret kehidupan pesepak bola-pesepak bola sungguhan, seperti Alfin Tuasalamony, Hendra Bayauw, Rizky Pellu, serta beberapa lainnya yang saat ini aktif bermain di perhelatan kompetisi Tanah Air.

Tabula Rasa

Sineas Indonesia mulai menjelajahi Papua untuk mengangkat tema sepak bola dalam karya mereka. Pada tahun 2014, setelah Cahaya dari Timur, sutradaraAdrianto Dewomembuat film TabulaRasa dengan latar belakang Kepulauan Yapen, Serui, Papua.

TabulaRasa bercerita tentangHans (Jimmy Kobogau), pemuda asal Serui yangbercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Hansmenghadapi masalah hingga mempertemukan dia dengan pemilik warung nasi Padang bernama Mak Umo.

Film ini tergolong unik. Meski ada latar belakang sepak bola, sutradara memperlihatkan keberagaman suku Indonesia dan kuliner.Adrianto Dewomendapat penghargaan sebagai sutradara terbaik pada Piala Citra 2014.

Garuda u-19

Perjuangan Timnas U-19di Piala AFFU-19 2013 dan menuju Piala AFCU-19 2014 diangkat dalam sebuah film karya Andi BachtiarYusufberjudul Garuda U-19 yang dirilis pada 9 September2014.

Garuda U-19 menceritakan perjuangan Indra Sjafridalam mencari pemain meskipun ada banyak keterbatasan. Film tersebut dibintangi Mathias Muchusdan Ibnu Jamil.

Peluncuran film ini bersamaan dengan menjelang pertempuran Indonesia di Piala AFCU-19. Sayang, perjuangan Evan Dimas terhenti di babak penyisihan grup.

Hattrick

Selain delapan film di atas, ada satu lagi film berjudul Hattrickyang dirilis pada 2012 dibintangi ArumiBachsin, Denny Sumargo, dan Lukman Sardi, dan DionWiyoko. Namun, fillm tersebut mengangkat tema futsal.

Setingan ceritanya tentang sebuah turnamen Underground Futsal bertaraf internasional yang diikuti oleh tim amatir Indonesia.

Tim tersebut dibentuk oleh seorang wanita paruh baya yang jadi mafia. Ia meneruskan cita-cita almarhum suaminya yang sangat mendamba memiliki tim futsal kuat berprestasi internasional.

Tim ffutsal dibentuk dari pemain-pemain futsal jalanan. Mereka dikumpulkan dengan cara diculik dan kemudian dilatih di sebuah tempat misterius.

Buaye Gile

Film yang dibintangi seniman legendaris Benyamin S ini bercerita tentang kehidupan sebuah kampung di Jakarta, di mana ada sebuah keluarga yang baru pindah. Tidak ada tema sepak bola secara khusus dalam film ini. Namun, Film yang disutradarai Syamsul Fuad menggambarkan kehidupan sebuah kampung yang selalu ramai dengan turnamen tarkammenjelang perayaan kemerdekaan.

Dua klub tarkampaling top bersaing di kampung itu, yakni PS Apes dan PS Dongkrak. Dalam film itu, sepak bola kampung digambarkan sebagai sebuah gengsi, terutama bagi pemain yang ingin memikat hati wanita yang diperankan oleh Ida Royani.

Adegan pertandingan PS Apes vs PS Dongkrak sangat kocak dengan bumbu celotehan khas BenyaminS. Benyaminjuga membuat sebuah lagu berjudul sepak bola pelawak.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!