ITS Kirim Sapu Angin 4 ke Turnamen Student Formula Japan

redaksi.co.id - ITS Kirim Sapu Angin 4 ke Turnamen Student Formula Japan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersiap menjadi salah satu wakil Indonesia dalam turnamen...

9 0

redaksi.co.id – ITS Kirim Sapu Angin 4 ke Turnamen Student Formula Japan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersiap menjadi salah satu wakil Indonesia dalam turnamen balap mobil kelas dunia, Student Formula Japan, pada 6-8 September 2016.

Untuk menghadapi turnamen internasional itu, ITS menurunkan mobil andalannya Sapu Angin Speed generasi ke-4. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut hadir memberikan dukungan saat acara peluncuran mobil tersebut di Surabaya Town Square, Jumat malam, 19 Agustus 2016.

Hadir juga General Manager Pertamina MOR V Ageng Giriyono. Rektor ITS Joni Hermana berharap anak-anak didiknya bisa memperoleh pencapaian lebih baik.”Mudah-mudahan tahun ini bisa masuk 10 besar,” kata dia.

Joni pun meminta kewaspadaan ekstra agar peristiwa terbakarnya mobil Sapu Angin pada ajang kompetisi di London tidak berulang. “Tapi mobil yang terbakar saat itu adalah mobil hemat bahan bakar, berbeda. Kalau yang ini adalah mobil untuk kecepatan,” katanya. Dosen pembimbing Tim Sapu Angin ITS Wityanto menambahkan Sapu Angin Speed 4 diklaim memiliki kemampuan berbelok lebih baik.

Mobil dapat berbelok dengan kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya. “Sasisnya kami perbaiki, sehingga mampu berbelok dengan kecepatan tinggi. Selain itu, mesin juga sudah diperbaiki,” tuturnya.

Apalagi, jalur race nantinya tidak hanya lurus. Artinya, peserta dipaksa tak bisa mengembangkan kecepatan saat berbelok. “Jalurnya sengaja dibuat tidak lurus biar kecepatan tidak berkembang tinggi.” Pada perlombaan tahun kemarin, mobil Sapu Angin Speed generasi sebelumnya hanya mampu melesat 1 menit 40 detik untuk satu lap putaran. Sehingga tahun timnya hanya mampu meraih peringkat 40 besar.

Timnya menargetkan pada perlombaan nanti, mobil Sapu Angin Speed bisa melahap satu putaran sepanjang 2 kilometer dalam waktu 1 menit. Selain ITS, kampus asal Indonesia yang turut berpartisipasi ialah Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Sebelas Maret Solo. Meski harus bersaing dengan tim bangsa sendiri, ITS mengincar persaingan dengan tim-tim dari Eropa dan Asia lainnya. “Tim saingan terberat jelas Jepang,” kata Wityanto. ARTIKA RACHMI FARMITA

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!