Gerah Dikecam, Presiden Filipina Sebut PBB 'Bodoh'

redaksi.co.id - Gerah Dikecam, Presiden Filipina Sebut PBB 'Bodoh' Lantaran gerah dikecam, Presiden Filipina menyebut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai organisasi yang bodoh.Presiden Rodrigo Duterte belum lama...

13 0

redaksi.co.id – Gerah Dikecam, Presiden Filipina Sebut PBB 'Bodoh'

Lantaran gerah dikecam, Presiden Filipina menyebut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai organisasi yang bodoh.

Presiden Rodrigo Duterte belum lama ini mendapat kecaman keras dari PBB dan kelompok-kelompok pro-HAM lainnya atas kebijakannya.

Kebijakan yang dimaksud adalah hukuman tembak mati ekstrayudisial bagi pelaku kriminal di negaranya, termasuk bandar narkoba.

Hal itu diberlakukan dalam rangka memenuhi janjinya menghapus peredaran narkoba.

“Jika PBB bisa mengatakan hal-hal buruk tentang saya, saya bisa menyebutkan 10 hal yang buruk soal PBB,” demikian pernyataannya soal kecaman PBB.

Duterte malah mengkritik balik PBB yang menurutnya kurang berupaya lebih untuk menangani bencana kelaparan, terorisme, dan peperangan.

“Jika PBB berhasil melakukan apa yang dimandatkan, pasti mereka sudah menghentikan peperangan dan penganiayaan yang terjadi sekarang ini,” katanya.

Ia bahkan mengatakan akan membentuk organisasi internasional lain dengan negara-negara lain yang menjadi mitra dekat mereka.

“Saya akan buktikan pada dunia bahwa PBB adalah organisasi yang sangat bodoh,” ucapnya lagi.

Menurutnya, PBB seharusnya bertindak sesuai protokol yang ada, yaitu mengirimkan perwakilan untuk melakukan diskusi dengannya.

“Mereka tak bisa begitu saja mengatakan sesuatu yang buruk pada sebuah negara,” sebut Duterte, yang mengaku tak peduli jika komentarnya itu akan mendapat konsekuensi.

Sebelumnya, kebijakan hukuman mati untuk pelaku kriminal pernah diberlakukan di Kota Davao saat ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao.

Hasilnya, tingkat kriminalitas di kota itu berkurang drastis dan hal itu malah membuat rakyat tak ragu memilihnya sebagai presiden Filipina. (Reuters/Aljazeera)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!