Filipina Gempur Abu Sayyaf, Ryamizard Apresiasi Duterte

110

redaksi.co.id – Filipina Gempur Abu Sayyaf, Ryamizard Apresiasi Duterte

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengapresiasi langkah Pemerintah Filipina yang menggempur sejumlah titik kumpul kelompok radikal Abu Sayyaf. Keberadaan kelompok tersebut kian meresahkan, usai rentetan perompakan dan penyanderaan yang terjadi di perairan Filipina Selatan. “Saya selalu koordinasi dengan Menhan Filipina. Kemarin di Basilan (Filipina) ditemukan markas besarnya (Abu Sayyaf), ada yang di dalam tanah, sudah beres,” ujar Ryamizard usai memimpin Apel Nasional Bela Negara di lapangan silang Monumen Nasional, Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2016.

Keluarga Awak Kapal Charles Minta Sofyan dan Ismail Dipulangkan Menurut Ryamizard, pasukan militer Filipina sedang mengincar basis Abu Sayyaf di Pulau Jolo, perairan Sulu. “Kalau saya hitung anggota mereka (kelompok Abu Sayyaf) kira-kira 300 jumlahnya. Yang sudah tewas lebih dari 100.” Totalnya, ujar Ryamizard, terdapat 115 hingga 120 anggota Abu Sayyaf yang “dibersihkan” oleh militer Filipina.

“(Jumlah) itu belum lagi yang luka-luka.” Ryamizard membenarkan keseriusan Pemerintah Filipina yang bergerak, sebagai reaksi atas sejumlah kasus kriminal yang didalangi kelompok tersebut. Gerakan Filipina semakin gencar usai pergantian pemerintahannya pada akhir Juni 2016. Apresiasi Ryamizard dialamatkan juga kepada presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte.

“Dia kerahkan 10 ribu pasukan. Pengerahan kan memerlukan biaya banyak. Hasilnya, hampir separuh kekuatan Abu Sayyaf lumpuh,” ujarnya. Tentara Filipina kabarnya terus memburu kelompok tersebut, dan mengupayakan pembebasan para warga negara Indonesia yang disandera. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sempat menyebut Filipina belum bisa memastikan lokasi para sandera.

“Titik keberadaan mereka selalu berpindah,” ujarnya pekan lalu. Retno menyebut posisi penyanderaan berubah ketika terjadi pertempuran antara militer Filipina dan kelompok Abu Sayyaf. “Sulit bagi kami menyampaikan mereka ada di mana. Beberapa jam kemudian, mereka sudah pindah,” ujarnya. Meskipun begitu, terdapat dua WNI yang berhasil lolos dari kelompok Abu Sayyaf pada 17 Agustus lalu. Keduanya, atas nama M. Sofyan dan Ismail, tengah ditangani otoritas Filipina dan perwakilan pemerintah RI.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!