Rebutan Rumah, Sandy Tumiwa Ngotot Menjual Tapi Tessa Kaunang Ingin Mewariskan Pada anak

redaksi.co.id - Rebutan Rumah, Sandy Tumiwa Ngotot Menjual Tapi Tessa Kaunang Ingin Mewariskan Pada anak Pemain sinetron dan presenter Tessa Kaunang (39) belum selesai berurusan dengan...

23 0

redaksi.co.id – Rebutan Rumah, Sandy Tumiwa Ngotot Menjual Tapi Tessa Kaunang Ingin Mewariskan Pada anak

Pemain sinetron dan presenter Tessa Kaunang (39) belum selesai berurusan dengan Sandy Tumiwa (34), mantan suaminya.

Meski telah resmi mengakhiri biduk perkawinan melalui perceraian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sejak 23 September 2014, persoalan Tessa dan Sandy belum sepenuhnya selesai.

Selain mengabulkan perceraian, majelis hakim PN juga memberikan hak pengasuhan anak-anak ke Tessa.

Sekarang, janda dua anak tersebut kembali berperkara dengan Sandy.

Gugatan baru Sandy terhadap Tessa terkait pembagian harta gono-gini dilayangkan ke PN Jakarta Selatan.

Sidang perdana gugatan pembagian harta gono-gini Sandy digelar di PN, Senin (22/8/2016).

Siang kemarin, Tessa sebagai pihak tergugat terlihat hadir hadir di PN bersama Charlie Naiborhu, kuasa hukumnya.

Agenda sidang kemarin adalah mengupayakan proses mediasi (perdamaian).

“Sidang masih mengagendakan mediasi. Ini mediasi kedua, dan belum masuk ke materi persidangan,” kata Tessa yang menjalani sidangnya seraya berharap bisa selesai secepatnya.

“Jalani saja meski sebenarnya sidang itu melelahkan,” lanjut Tessa.

Dalam gugatannya, Sandy meminta supaya rumah megah dan mewah yang saat ini dihuni Tessa dan dua anaknya segera dijual.

Hasil penjualannya lalu dibagi secara adil antara Sandy dan Tessa.

Tapi pemikiran Sandy dengan memasukkan gugatan perdata atas harta itu berseberangan dengan keinginan Tessa.

Tessa memilih supaya rumah yang menjadi satu-satunya harta gono-gini dan kini diperebutkan itu dihibahkan dan diwariskan saja untuk anak-anaknya.

Meski tak ingin menjualnya, Tessa menaksir, harga rumah yang pernah menjadi tempat tinggal bareng Sandy itu saat ini senilai Rp 2 miliar.

“Harta gono-gini itu cuma satu rumah yang saya tempati bersama anak-anak sekarang. Tapi saya ingin rumah itu untuk anak-anak,” jelas Tessa.

“Biar anak-anak diberikan dan punya warisan dari saya dan Sandy,” ujar Tessa.

Namun, Sandy seakan ngotot ingin segera menjual rumah itu.

Lantaran berbeda pendapat, Sandy meminta bantuan ke pengadilan untuk membantu menyelesaikan persoalan harta gono-gini. Walau Sandy telah melayangkan gugatan, Tessa siap menghadapinya.

“Saat masih negosiasi, hingga akhirnya perkara itu didaftarkan di PN karena dia (Sandy) mau rumah diuangkan, saya siap menghadapi gugatannya,” ujar Tessa. (kin)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!