Beginilah Kondisi Kapal Pompong Maut Itu Sekarang

redaksi.co.id - Beginilah Kondisi Kapal Pompong Maut Itu Sekarang Kapal Pompong yang tenggelam saat menyebrang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Minggu (21/8) sudah ditarik...

32 0

redaksi.co.id – Beginilah Kondisi Kapal Pompong Maut Itu Sekarang

Kapal Pompong yang tenggelam saat menyebrang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Minggu (21/8) sudah ditarik dari lokasi kejadian.

Kapal kayu yang membawa 17 penumpang termasuk nahkoda itu masih dalam penyelidikan tim terkait. Namun, sejauh ini banyak mendunga penyebab kecelakaan itu lantaran pompong tersebut sudah tak laik jalan.

Hal ini diakui Zainal, seorang penambang pompong dari Kampung Bugis. Sebenarnya boat penambang itu tidak layak untuk jalur pelabuhan ke Penyengat karena boat itu kecil, ungkap Zainal seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group), hari ini (22/8).

Selain itu, mesin motor penggerak juga dibawah kualitas rata-rata untuk penyeberangan dari dan ke Penyengat.

Orang sering sebut pompong macam itu boat apollo. Mesinnya Johnson, kata Zainal.

Sedari dulu, sambung dia, tidak pernah ada pompong bermesin tempel yang digunakan untuk penyeberangan ke Penyengat. Setidak-tidaknya menggunakan mesin Donfeng yang punya kapasitas pacu lebih tinggi.

Fungsinya agar mampu menggerakkan pompong dengan dimensi yang lebih besar.

Semenjak tahun 2014 ke atas banyak boat mesin tempel. Mungkin karena biaya produksinya jadi lebih murah, terang Zainal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Zainal, pompong yang tenggelam kemarin itu semulanya adalah pompong yang difungsikan untuk melayani penyeberangan jarak pendek.

Misalnya, dari Kampung Bugis ke Pelantar KUD Tanjungpinang. Karena sebelum-sebelumnya pula, tambah Zainal, orang juga tidak mau naik pompong jenis apollo ini untuk menyeberang ke Penyengat.

Dengar-dengar tadi, pompong yang tengelam itu dulunya milik penambang Pelantar KUD. Lalu dibeli orang Penyengat, pungkas Zainal. (muf/ray/)

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!