Cara Cerdas Investasi Emas untuk Pendidikan Anak

redaksi.co.id - Cara Cerdas Investasi Emas untuk Pendidikan Anak Menjadi orang tua bukanlah perkara gampang. Tapi bukan berarti punya anak itu pasti hidupnya bakal lebih susah.Selalu...

33 0

redaksi.co.id – Cara Cerdas Investasi Emas untuk Pendidikan Anak

Menjadi orang tua bukanlah perkara gampang. Tapi bukan berarti punya anak itu pasti hidupnya bakal lebih susah.

Selalu ada jalan untuk lebih memastikan masa depan cerah bagi keluarga, terutama pendidikan anak. Kita bahkan bisa sudah bisa merintisnya sedari belum menikah.

Kebanyakan orang tua ingin anaknya lebih hebat dari mereka. Jika mereka lulusan SMA, anaknya pasti didorong agar bisa S-1. Kalau orang tua S-1, sebisa mungkin anak lulus S-2.

Namun kadang niat itu gak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ada saja masalah keuangan yang menerpa, sehingga pendidikan anak pun ala kadarnya.

Jadi, perencanaan itu amatlah penting. Pendidikan anak mesti dirancang sedari dini biar gak kelabakan di kemudian hari, terlebih menyangkut keuangan.

Salah satu cara menyiapkan diri untuk masa depan anak adalah berinvestasi. Eits, jangan alergi mendengar kata ini. Pada zaman sekarang, investasi gak melulu berkutat soal pria berjas dan berdasi, tiap hari melototin kalkulator.

Bahkan mahasiswa dan ibu-ibu juga sudah bisa berinvestasi sendiri. Gak perlu pakai jas. Gak perlu juga ke mana-mana bawa kalkulator.

Masa depan anak itu ada di pundak orang tua, so jangan setengah-setengah kalau urusan pendidikan[/caption]

Misalnya investasi emas. Para mommies pasti senang mendengar kata itu. Emas gak hanya bisa berfungsi sebagai perhiasan, tapi juga instrumen investasi.

Lantas, bagaimana cara investasi emas untuk pendidikan anak? Gampang. Pastinya punya tabungan dong. Ini modal yang bagus. Tabungan amat penting untuk kebutuhan masa depan.

Namun, tabungan bukanlah instrumen investasi yang direkomendasikan. Soalnya, keuntungannya amatlah kecil. Berapa bunga tabungan saat ini, 2 persen? 3 persen? Atau malah 1 persen?

Inflasi bulanan saja selalu lebih dari 3 persen. Bahkan pernah sampai 7 persen. Artinya, bunga tabungan itu gak sanggup membantu kita melawan inflasi.

Untung ada tabungan emas! Cara investasi emas yang satu ini amat cocok buat investor pemula, apalagi kaum ibu.

Kenapa Investasi emas?

Investasi emas gak ribet. Cara kerjanya simpel: beli saat harganya murah, jual ketika harga melambung.

Nah, dalam soal investasi emas untuk pendidikan anak, kita perlu menyimpan emas dalam waktu lebih lama. Gak sebentar-sebentar jual, sebentar-sebentar beli.

Kita bisa menabung emas di banyak tempat. Bank syariah punya layanan tabungan emas. Begitu juga Pegadaian.

Yang jelas, menyimpan emas di rumah bukanlah ide bagus. Sebab, lebih rawan dicuri ketimbang bila disimpan di bank atau Pegadaian, yang punya satuan keamanan sendiri.

Emas selalu naik harganya dari tahun ke tahun. Memang sih, angka kenaikannya gak begitu tinggi dibandingkan dengan, misalnya, reksa dana dan saham.

Tapi risikonya amatlah kecil. Jadi, kita gak perlu terlalu waswas menghadapi kemungkinan anak susah sekolah kelak gara-gara duit investasi lenyap dengan seketika.

Apalagi investasi emas memberikan banyak keuntungan. Di antaranya:

Investasi inilah yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan pendidikan anak. Tapi sebelum berinvestasi emas kita harus memproyeksikan dulu kebutuhan biaya sekolah anak.

Misalnya tiga tahun lagi anak masuk SD dengan biaya Rp 10 juta. Dengan asumsi harga emas kira-kira Rp 600 ribu per gram, berarti diperlukan sekitar 17 gram emas untuk membiayainya.

Artinya, tiap tahun kita mesti beli 5 gram emas pada dua tahun pertama. Pada tahun terakhir, diperlukan 7 gram emas. Dengan demikian, total 17 gram emas terkumpul begitu anak mau masuk sekolah.

Jika gak ada duit cash pun kita tetap bisa beli emas, lho. Kita bisa kredit emas di Pegadaian.

Namun jika kita memutuskan kredit, ada prosedur yang mesti kita taati. Termasuk juga memperhatikan kondisi keuangan. Apa bisa mencicil emas itu hingga lunas?

Jangan sampai malah masa depan anak tergadaikan lantaran kitanya yang ceroboh. Anak adalah pembawa masa depan bagi keluarga. Tentunya gak ada orang tua yang mau anaknya putus sekolah gara-gara biaya, dong.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!