Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara Pucat Diinterogasi KPK

redaksi.co.id - Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara Pucat Diinterogasi KPK Setelah menggeledah selama 12 jam, akhirnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi keluar dari kantor Energi dan Sumber...

10 0

redaksi.co.id – Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara Pucat Diinterogasi KPK

Setelah menggeledah selama 12 jam, akhirnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi keluar dari kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kota Kendari.

Penggeledahan itu berakhir hingga menjelang Selasa dinihari, 23 Agustus 2016. Sebanyak 13 penyidik KPK yang dikawal ketat lima polisi bersenjatakan senapan laras panjang keluar dari kantor ESDM pada Selasa malam sekira pukul 22.00 WITA.

Mereka membawa dua kotak plastik oranye berukuran 50X40 cm dan satu tas yang berisi dokumen terkait dengan izin pertambangan yang ada di Sultra.

Pantauan Tempo, Kepala Dinas ESDM Sultra Burhanudin turut diinterogasi penyidik KPK selama dua jam. Interogasi itu berlangsung di ruang Mineral dan Batu Bara. Burhanudin di interogasi dari pukul 20.00 hingga pukul 21.45 WITA oleh tiga penyidik.

Usai pemeriksaan, Burhanudin keluar lewat pintu belakang demi menghindari awak media. Para penyidik juga langsung menuju mobil yang membawa meraka. Masing-masing mobil Toyota Kijang Innova putih dengan nomor polisi DT 1272 NE dan berwarna perak DT 1691 FE A.

Saat akan dikonfirmasi perihal interogasi penyidik antirasuah itu, Burhanuddin memilih bungkam. Dia enggan berkomentar namun wajah Burhanuddin terlihat kuyu dan pucat usai diinterogasi. “Saya capek, saya capek, nanti saja ya, ujarnya canggung sambil berlalu menuju mobil pribadinya.

Penyidik KPK kemarin menggeledah 4 titik. Yakni rumah dinas gubernur yang berada di Jalan Made Sabara, ruang kerja Gubenur Sultra, lalu kediaman pribadi Gubernur Nur Alam dan kantor Dinas ESDM.

Dalam pemeriksaan di kantor gubenur KPK menyita dua koper besar dokumen yang akan menjadi bukti dugaan korupsi yang melibatkan orang nomor satu di jazirah Sulawesi Tenggara.

KPK kemarin sore juga sudah menetapkan tersangka kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam karena kasus penerbitan SK pertambangan di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Semua (penggeledahan) tempat di atas dianggap penyidik memiliki hubungan dengan kasus ini sehingga digeledah,” kata kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif kemarin. ROSNIAWANTY FIKRI

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!