Bangkalan Kekurangan 3.000 Guru PNS

redaksi.co.id - Bangkalan Kekurangan 3.000 Guru PNS Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Mohni meminta pemerintah pusat menambah kuota pengangkatan guru menjadi pegawai negeri sipil....

12 0

redaksi.co.id – Bangkalan Kekurangan 3.000 Guru PNS

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Mohni meminta pemerintah pusat menambah kuota pengangkatan guru menjadi pegawai negeri sipil.

Menurut dia, penambahan kuota dibutuhkan karena hingga saat ini Kabupaten Bangkalan membutuhkan sekitar 3.000 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Paling banyak dibutuhkan guru PNS untuk sekolah dasar,” kata dia, Kamis 24 Agustus 2016.

Mohni menilai kuota pengangkatan guru PNS oleh pemerintah pusat melalui tes terpadu online terlalu sedikit. Tahun ini, kata dia, ada 300-an guru di Bangkalan yang ikut untuk memperebutkan 60 posisi guru PNS.

Namun setelah hasil tes diumumkan hanya 12 guru yang lolos. Mohni mengaku tidak mempersoalkan metode tesnya. Dia hanya berharap pengangkatan guru PNS baru setidaknya seimbang dengan jumlah guru PNS yang pensiun setiap tahun.

“Rata-rata guru yang pensiun di Bangkalan setiap tahun seratusan orang,” ujar dia.

Kekurangan guru tersebut, Mohni melanjutkan, karena tidak meratanya kualitas pendidikan antara SD negeri di kota dan desa. Akibatnya di desa banyak diisi oleh guru berstatus tenaga harian lepas (THL).

Itu pun jumlahnya terbatas karena beban pembayaran honor THL diambil dari pos anggaran BOS. Akibatnya banyak guru THL mengajar lebih dari satu mata pelajaran setiap harinya.

Bagi Mohni, kondisi ini mengkhawatirkan karena guru THL terpaksa mengajar mata pelajaran yang bukan bidang keahliannya. “Kalau boleh usul, daerah boleh rekrut PNS, toh yang bayar gajinya APBD bukan APBN,” kata dia.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan Jimhur Saros mengungkapkan dalam meluluskan guru peserta tes, pemerintah pusat mestinya melihat kondisi kekurangan guru di tiap daerah.

Dia mencontohkan, dari 12 guru yang lulus jadi pns tahun ini tidak satu pun yang ahli dibidang pendidikan agaman. Padahal, kata dia, di Bangkalan kekurangan guru agama PNS dan guru olahraga. “Ada tiga SD yang tidak punya guru agama,” kata dia.

Sekolah yang tidak punya guru agama di antaranya SDN Demangan dan Keraton karena guru sebelumnya telah pensiun. Untuk menutupi kekurangan itu, Jimhur melanjutkan, sekolah biasanya menugaskan guru mata pelajaran lain untuk mengajar agama berbekal buku panduan.

Dia menilai kondisi ini berbahaya karena bila pemahaman agama yang diajarkan berbeda maksudnya dengan buku maka yang terjadi penyesatan. “Ini ilmu agama, tidak boleh diajarkan oleh orang yang bukan ahlinya,” ujar dia. MUSTHOFA BISRI

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!