Militer Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina

redaksi.co.id - Militer Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Amerika Serikat pada Senin sore (29 Agustus) mencapai target tahun fiskal 2016 yang ditetapkan pemerintahan Presiden Barack Obama...

9 0

redaksi.co.id – Militer Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina

Amerika Serikat pada Senin sore (29 Agustus) mencapai target tahun fiskal 2016 yang ditetapkan pemerintahan Presiden Barack Obama dengan menyambut sekitar 10 ribu pengungsi Suriah. Kedatangan pengungsi tersebut lebih cepat sebulan dari yang dijadwalkan sebelumnya. Para pejabat Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri belum berkomitmen dalam penetapan target penerimaan baru untuk tahun depan.

“Presiden ingin segera memenuhi upaya tersebut. Tapi presiden juga realistis tentang seberapa cepat itu bisa terjadi, ” kata Josh Earnest, sekretaris pers Obama, seperti yang dilansir Washington Times pada 30 Agustus 2016. 10 ribu warga Suriah yang baru tiba di AS merupakan bagian dari 85 ribu pengungsi yang ingin ditampung tahun ini. Obama telah berkomitmen untuk menyambut sampai 100 ribu pengungsi hingga 2017.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia ingin AS menampung lebih banyak lagi, bukan hanya pengungsi dari Suriah tetapi juga negara yang tengah dilanda perang lainnya.

“Sekarang pemerintah kita telah terbukti dapat menawarkan keamanan untuk 10 ribu pengungsi yang melarikan diri dari konflik Suriah, saatnya untuk melipatgandakan usaha kita dan berkomitmen untuk melindungi 200 ribu pengungsi yang melarikan diri disebabkan penganiayaan di seluruh dunia pada tahun mendatang,” kata Melanie Nezer, Wakil presiden kebijakan di kelompok advokasi pengungsi Ibrani Immigrant Aid Society.

Program pemukiman kembali telah muncul sebagai isu dalam kampanye pemilihan presiden pada November mendatang dengan calon Partai Republik, Donald Trump yang mengatakan pengungsi Suriah menimbulkan ancaman keamanan potensial. Sementara lawannya dari Demokrat, Hillary Clinton mengatakan AS harus menerima sebanyak 65.000 pengungsi Suriah.

UNHCR, Badan PBB untuk pengungsi, mencatat sekitar 5 juta warga Suriah terlantar akibat perang saudara, tapi sejauh ini hanya sebagaian kecil yang diterima melalui program pemukiman kembali di luar negeri.

Para pejabat AS mengatakan proses penerimaan pengungsi Suriah membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal tersebut terkait pemeriksaan administrasi serta pemeriksaan hal-hal lain termasuk akun media sosial mereka untuk mendeteksi kemungkinan tanda-tanda aktivitas radikal.

Lebih dari 99 persen pengungsi dari Suriah yang diterima di AS merupakan Muslim, dan sekitar 11 persen di antaranya adalah laki-laki berusia antara 14 sampai 30 tahun, yang merupakan subkelompok yang dianggap target utama untuk diradikalisasi. Pengungsi tersebut dibagi ke beberapa wilayah di seluruh AS, termasuk San Diego, Glendale, Arizona, Michigan dan California.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!