Fakta Mengejutkan Pembunuhan John F Kennedy

redaksi.co.id - Fakta Mengejutkan Pembunuhan John F Kennedy Sebuah pengakuan mengejutkan mengenai misteri di balik kematian mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, dibeberkan kepada seorang...

77 0

redaksi.co.id – Fakta Mengejutkan Pembunuhan John F Kennedy

Sebuah pengakuan mengejutkan mengenai misteri di balik kematian mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, dibeberkan kepada seorang sutradara terkenal, Oliver Stone.

Menurut sumber yang dikutip dari News.com.au, Selasa (30/8/2016), Kennedy tewas dibunuh oleh salah seorang anggota tim pengawal pribadinya.

Sumber membuat pengakuan tersebut kepada Stone, setelah pembuatan film JFK selesai pada 1991.

Pria penderita kankeritu mengatakan kepada sang sutradara bahwa hanya dia dan anaknya yang mengetahui tentang ‘kebenaran’ tersebut.

“Kennedy tewas karena salah seorang pengawal pribadinya menembak sang presiden,’ ujar pria yang dulunya juga mantan anggota Secret Service itu.

Sumber misterius itu hanya mengenalkan dirinya dengan nama samaran ‘Ron’ dalam surat-suratnya kepada Stone, sebelum mereka akhirnya bertemu di Hotel New York.

Awalnya Stone mencurigai orang itu dan memilih untuk tidak mempercayainya. Tapi, dengan banyaknya teori konspirasi yang bermunculan mengenai kematian mantan orang nomor satu AS itu, sutradara Savages’ menilai dugaan ‘Ron’ lebih masuk akal dan otentik.

Sutradaraperaih penghargaan Oscar itu membeberkan detail mengenai ‘pengakuan kematian’ itu untuk pertama kalinya dalam sebuah diskusi dengan Matt Zoller Seitz.

Zoller Seitz merupakan penulis yang membuat sebuah novel mengisahkan tentang pengalaman Stone dalam bukunya The Oliver Stone Experience.

“Dia (Ron) tidak menginginkan uang atau pun penghargaan. Dia mengatakan melakukannya dari hati nuraninya,” kata Stone dalam diskusi itu.

Dia juga menambahkan bahwa ‘skenario’ yang dibeberkan mantan pengawal itu sangat mudah dilaksanakan. “Ini cara yang akan kau lakukan jika aku berniat melakukan pembunuhan itu,” kata dia.

“Kau membunuh sang presiden, dan kau bersembunyi di antara para pengawal, dan jika penembak jitu yang menembak Kennedy bersembunyi di antara orang-orang yang seharusnya melindunginya, tidak akan ada yang menyadarinya . . . masuk akal sekali,” kata Stone menganalisis.

“Memorinya saat itu penuh sangat teknikal, dipenuhi dengan jargon militer, detail tentang komunikasi radio setelah penembakan,” lanjut sang sutradara.

Presiden Kennedy tewas akibat dua peluru senapan yang bersarang di tubuhnya, ketika sedang berada dalam limosin terbuka di Dallas, Texas Utara, pada 22 November 1963.

Hingga saat ini Lee Harvey Oswald menjadi tersangka tunggal penembakan Kennedy. Ia tak sempat membeberkan apa sebenarnya yang terjadi pada hari itu. Juga apakah ia bertindak sendirian atau bersama-sama orang lain? Dan apa motivasinya menghabisi Kennedy?

Investigasi 10 bulan yang dilakukan oleh Warren Commission pada 1963 hingga 1964, juga oleh United States House Select Committee on Assassinations (HSCA) pada 1976 hingga 1979, dan investigasi lain oleh pemerintah menyimpulkan bahwa sang presiden dibunuh oleh Lee Harvey Oswald — yang akhirnya ditembak mati oleh Jack Ruby dalam tahanan.

Namun, keraguan muncul dari penjelasan yang menyebutkan Oswald adalah satu-satunya pria bersenjata yang menembak mati Kennedy.

Rekaman iring-iringan yang diambil oleh Abraham Zapruder mendukung keyakinan bahwa ada empat tembakan yang dilakukan, bukan tiga seperti yang disebutkan Warren Commission.

Rekaman dalam film tersebut juga menunjukkan sedikitnya ada satu tembakan yang datang dari arah yang berbeda dengan titik di mana Oswald berada.

Ini juga didukung oleh beberapa saksi mata. Banyak yang percaya beberapa tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di balik bukit.

Pada 1979, House Select Committee on Assassinations (HSCA) menemukan cacat investigasi yang dilakukan FBI dan Warren Commission.

HSCA juga menyimpulkan ada empat tembakan yang dilakukan dan kemungkinan terdapat konspirasi di dalamnya. Namun, beberapa penyelidikan, salah satunya oleh National Academy of Sciences mempertanyakan keakuratan bukti HSCA tersebut.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!