Gusar nasib sandera, keluarga ABK Charles berencana ke Jakarta lagi

73

redaksi.co.id – Gusar nasib sandera, keluarga ABK Charles berencana ke Jakarta lagi

Keluarga ABK Charles berencana bertolak ke Jakarta lagu untuk menemui pejabat Kementerian Luar Negeri. Sebab, mereka mearsa cemas atas nasib 5 sandera yang masih disekap Al Habsy Misaya, salah satu faksi milisi bersenjata Abu Sayyaf.Abdul Muis, ayah kandung Ferry Arifin, bersama dengan Elona Rahmadani, istri ABK Robin Piter, menemui perusahaan untuk menyampaikan keinginan mereka. Yakni berangkat ke Jakarta. Keluarga berharap, perusahaan bisa memfasilitasi keberangkatan mereka.”Masih dalam pertimbangan perusahaan,” kata Muis, kepada wartawan saat ditemui di kawasan PT Rusianto Bersaudara, Sungai Lais, Samarinda, Rabu (31/8).Kini, keluarga korban sandera ABK Charles mengambil keputusan tidak biasa. Terhitung sejak 31 Agustus 2016 ini, mereka mencabut surat kuasa yang pernah mereka buat, tidak lagi memercayakan 2 pelaut tergolong senior, Amrullah dan Kurnia Ginting, sebagai juru bicara keluarga.Praktis, urusan informasi tentang upaya pembebasan 5 sandera masing-masing Robin Piter, Kapten Ferry Arifin, Mabrur, M Nasir, serta Edi Suryono, keluarga ABK mesti mencari tahu sendiri, jemput bola dan proaktif hingga ke Jakarta. Keputusan itu sendiri, dibacakan di hadapan Amrullah dan Kapten Ginting.”Sejak hari ini, keluarga ABK bersepakat, mencabut semua surat kuasa kepada PPI dan Amrullah, termasuk kapten Ginting, tidak lagi menjadi juru bicara keluarga,” ujar Muis.”Kami perwakilan keluarga dari 5 ABK yang disandera, yang akan mengurus sendiri, menghadap ke perusahaan dan Crisis Center. Tidak, tidak ada kekecewaan dengan juru bicara keluarga selama ini,” tambah Muis.Muis tidak bicara panjang lebar soal alasan keluarga mencabut surat kuasa itu. Namun beredar kabar, Kemenlu meminta pergerakan pelaut Indonesia (PPI), tidak lagi menjadi jubir keluarga lantaran kewenangannya telah jauh melenceng. Seperti, telah berbicara langsung dengan kelima ABK sandera, melalui perantara seseorang dan merekamnya.”Tidak, tidak ada tekanan dari siapapun. Justru kami terima kasih dengan juru bicara keluarga selama ini, atas upayanya selama ini,” ungkap Muis.”Tidak ada penekanan, kami semua sepakat jadi juru bicara. Jadi semua anggota keluarga, bisa bicara ke media, menjadi jubir bergantian,” ungkap Muis.Lantas, bagaimana dengan kondisi anaknya, Ferry Arifin di tangan penyandera? Dia hanya geleng-geleng kepala. “Informasi terkini, Wallahualam saya belum tahu kabar anak saya,” demikian Muis.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

loading...

Comments

comments!