Teka-teki Calon Menteri ESDM

redaksi.co.id - Teka-teki Calon Menteri ESDM JAKARTA -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum memutuskan siapa yang akan ditunjuknya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pengganti...

22 0

redaksi.co.id – Teka-teki Calon Menteri ESDM

JAKARTA -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum memutuskan siapa yang akan ditunjuknya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pengganti Arcandra Tahar.

Sebelumnya, Presiden mencopot Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM setelah diketahui memiliki kewarganegaraan ganda.

“Belum,” ujar Jokowi singkat, di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (1/9).

Pasca pencopotan Arcandra, Presiden kemudian menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas Menteri ESDM. Luhut merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Saat ditemui kemarin, Jokowi juga tak mau berkomentar saat ditanya soal rumor bahwa Arcandra akan ditunjuk kembali menjadi Menteri ESDM.

Demikian pula ketika ditanya apakah ada lobi khusus dari pemerintah ke DPR agar memuluskan kewarganegaraan Arcandra. “Tanya ke Mensesneg saja,” ujar Jokowi.

Beberapa hari lalu, nama Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dikabarkan masuk dalam bursa calon Menteri ESDM.

Dwi, dari informasi yang dihimpun, beberapa kali menyambangi Istana Presiden. Dua hari lalu, Dwi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno terlihat datang menyambangi Presiden di Istana.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi membantah isu tersebut. “Hoax itu, tidak benar,” katanya.

Selain Dwi, beberapa nama juga masuk dalam bursa untuk menjadi Menteri ESDM. Beberapa diantaranya adalah, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi.

Namun, peluang Arcadra untuk kembali menjadi Menteri ESDM juga masih berpeluang.

Pasal 20 UU Nomor 16 tahun 2006 memungkinkan Presiden kembali menunjuk Arcandra. Dalam pasal itu dijelaskan, “Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda”.

Pertengahan Agustus lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkap, memungkinkan Arcandra masuk kembali dalam pemerintahan.

“Selama kewarganegaraannya, Indonesia, sudah jelas, pasti terbuka,” ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla mempertegas, negara sangat membutuhkan Archandra yang sempat sukses berkarir di Amerika Serikat (AS).

Pemerintah juga siap membantu untuk memulihkan status Arcandra sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), bila pria asli Minang itu menginginkannya.

“Tentu pemerintah membutuhkan juga keahlian beliau, karena itu kita membantu untuk mempercepat bagaimana proses kewarganegaraan itu,” jelasnya. (tribunnews/nicolas manafe/kompas.com)

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!