Cari ikan di Bengawan Solo, Mbah Gotho bisa nyelam hingga 10 menit

redaksi.co.id - Cari ikan di Bengawan Solo, Mbah Gotho bisa nyelam hingga 10 menit Selagi kondisi fisiknya masih kuat, Mbah Gotho dikenal jago berenang, menyelam hingga...

27 0

redaksi.co.id – Cari ikan di Bengawan Solo, Mbah Gotho bisa nyelam hingga 10 menit

Selagi kondisi fisiknya masih kuat, Mbah Gotho dikenal jago berenang, menyelam hingga mencari ikan. Kegiatan rutin tersebut dia lakukan di aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Sragen. Selain hobi, kebiasaan tersebut ia lakukan sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

Saat ditemui merdeka.com, Kamis (1/9), kakek bernama Sodimejo alias Saparman itu menceritakan banyak tentang kebiasaannya tersebut. Meski ucapan kalimatnya tak begitu jelas, namun salah satu murid Mbah Gotho bernama Parno (59) mencoba membantu menceritakan pengalamannya saat sering diajak ke Sungai Bengawan Solo.”Zaman mbiyen nyilem neng gumpeng (semacam goa yang ada di sungai) golek iwak, terus didol neng pasar (dulu sering menyelam di gua sungai cari ikan, terus dijual ke pasar. Dino-dino golek iwak, wong wis penggaweyane (tiap hari cari ikan, sudah jadi pekerjaan saya),” ujar Mbah Gotho bersemangat.Parno menambahkan, dia sering diajak mencari ikan oleh Mbah Gotho. Tak hanya mencari ikan dia juga diajari menyelam, dan menangkap ikan tanpa alat bantuan apapun. Dalam menyelam, kata Parno, mbah Gotho mempunyai keahlian dibanding pencari ikan lainnya.”Mbah Gotho itu cari ikan hanya dengan tangan bisa nangkap banyak. Kalau nyelam bisa lama, 5 sampai 10 menit, kemudian naik ke atas bawa ikan. Masuk lagi lama dan naik bawa ikan lagi,” papar Parno yang juga menjabat sebagai ketua RT setempat.Menurut Parno, meskipun sering diajari, namun ia tak bisa mewarisi keahlian Mbah Gotho. Di dalam air dia hanya tahan 2 hingga 3 menit saja.”Sulit mas, Mbah Gotho teorinya kalau di atas air sedot nafas dulu yang panjang, terus tutup hidung dan masuk ke gompeng, boleh minum air sungai. Di dalam gompeng nangkap ikan sebanyak-banyaknya, terus ke atas naruh ikannya di kepis (wadah bambu),” jelasnya.Mbah Gotho pernah mengalami kecelakaan saat berada di dalam gompeng. Dia kehabisan napas dan hampir meninggal. Beruntung segera datang bantuan medis sehingga nyawa Mbah Gotho bisa diselamatkan.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!