Open Data Membuat Bojonegoro Tingkatkan Hasil Panen

redaksi.co.id - Open Data Membuat Bojonegoro Tingkatkan Hasil Panen Sejak menerapkan open data, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mampu tingkatkan hasil panen. Teknologi open data atau data...

15 0

redaksi.co.id – Open Data Membuat Bojonegoro Tingkatkan Hasil Panen

Sejak menerapkan open data, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mampu tingkatkan hasil panen. Teknologi open data atau data transparan mampu meningkatkan hasil panen padi dari 750 ribu menjadi 970 ribu ton pada 2016.

Untuk mendongkrak panen tersebut bukan perkara mudah bagi pemerintah daerah. Pasalnya, Bojonegoro merupakan wilayah yang paling sering banjir.

Open data membuat kami bisa mengetahui perhitungan air dan kebutuhan pupuk,” ujar Bupati Bojonegoro Suyoto dalam acara Data For Life 2016 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (31/8).

Open data memudahkan pemerintah dalam melakukan analisa. Misalnya, dulu sangat sulit mengetahui waktu banjir sebuah kawasan. Namun melalui aplikasi SIMTAPAT (Sistem Informasi Tanam dan Panen Tepat) data dapat dipelajari. Hasil olah data membuat petani bisa mengetahui waktu tanam dan panen yang tepat.

Open data juga membuat daerah banjir bisa dikelola untuk lokasi agrowisata. Pada saat musim kemarau wisatawan dapat berkunjung menikmati kebun. Ketika musim hujan dan banjir perjalanan wisata bisa menggunakan perahu. Kurang lebih 113 ribu pengunjung telah mendatangi lokasi agrowisata tersebut. Bojonegoro memang sudah berubah, namun Suyoto enggan menyebutnya sebagai daerah maju.

“Kami maju memang belum tapi berusaha melakukan yang terbaik,” kata Suyoto.

Data transparan sudah diterapkan Bojonegoro sejak 2008 silam. Kabupaten ini juga telah menjadi bagian dari pilot project Open Government Partnership (OGP) dunia sejak Februari lalu. Terpilihnya Bojonegoro sebagai daerah contoh penerapan open data OGP membuatnya setara dengan beberapa negara lain, salah satunya Korea Selatan. Teknologi informasi juga bukan sebuah lifestyle bagi Bojonegoro.

“Teknologi benar-benar dibutuhkan untuk membuat perubahan,” jelas Suyoto. Bahkan Bojonegoro membentuk Dewan IT khusus untuk pengembangan daerahnya.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!