Kontroversi Kedekatan Reza Artamevia dan Gatot Brajamusti

98

redaksi.co.id – Kontroversi Kedekatan Reza Artamevia dan Gatot Brajamusti

Tahun 2004 silam, sepulang dari mengisi sebuah acara di Surabaya, penyanyi Reza Artamevia mendadak hilang. Sejumlah spekulasi pun bermunculan mengiringi hilangnya sang diva. Mulai dari penculikan, hingga depresi akibat konflik rumahtangganya dengan sang suami, Adjie Massaid.

Menanggapi hilangnya Reza, keluarga dan manajemen sempat memutuskan untuk melapor ke polisi. Laporan tersebut belakangan batal setelah Reza kembali menampakkan diri dalam keadaan depresi di sebuah padepokan di kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Dari situlah, orang-orang mulai mengenal sosok Gatot Brajamusti selaku pemilik padepokan tersebut.

Tak lama setelah itu, Reza memutuskan untuk meninggalkan hingar bingar dunia hiburan. Perceraiannya dengan Adjie Massaidpun semakin memantapkan niatnya untuk mempelajari agama di padepokan Gatot Brajamusti.

© Disediakan oleh Liputan 6

Di tengah masa belajarnyadi tahun 2005, RezaArtameviasempat kembali muncul ke panggung hiburan Tanah Air. Ia mendampingi guru spiritualnya,GatotBrajamusti yang di saat itu baru saja mengeluarkanalbum perdana yang berjudulKekasih.

Dalam momen itu, Gatotsempat menggambarkan kedekatannya dengan Reza. Ia bahkan memperdengarkan lagu”Terkadang” yang konon sengaja diciptakannyasebagai salah satu penguat Rezadalam menghadapi masa sulit. Tembang itu seperti terapi untuk hatiRezayang galau.

© Disediakan oleh Liputan 6

Dua tahun setelah itu, Rezaakhirnya resmi kembali ke panggung hiburan Tanah Air. Sejumlah momen besar pun kembali dicipta oleh ibu dari Zahwadan Aaliyahini. Salah satunya adalah rilisnyaalbum TheVoicerdi tahun 2009 dan tercantumnya ia sebagai “50 Penyanyi Terbesar Indonesia” versi sebuah majalah musik besar di Tanah Air.

Namun demikian, meski disibukkan dengan kegiatan bermusik, kedekatan artis dan guru spiritualnyaini sama sekali tak berubah. Segala kontroversi yang mulai melingkari gaya hidup Gatotseolah menjadi pelengkap kisah dari kedekatan keduanya.

© Disediakan oleh Liputan 6

Duabelas tahun kemudian, tepatnya pada 28 Agustus 2016 kemarin, sebuah kabar mengejutkan kembali menghiasi media nasional.

Delapan orang, termasuk GatotBrajamusti, sang istri, dan RezaArtameviadiamankan pihak kepolisian lantaran diduga tengahmelakukan pesta narkoba di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kejadian ini kontan mencoreng wajah keduanya. Terlebih setelah pihak kepolisian mengumumkan hasil tes urine Reza yang mengandungamphetamin, salah satu jenis zat yang terdapat pada sabu.

Diketahui, meski Rezamengaku tidak pernah tahu benda yang dikonsumsinya adalah sabu,Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sriyanto, menyatakan akan tetap mendalami pengakuan Reza.

Menurut dia, ada kemungkinan Gatot Brajamusti dan kelompoknya mengubah nama sabu menjadi Asfat. Ini dilakukan untuk penyamaran, agar tidak terendus polisi.

“Dia (Reza) terkesan dikelabui dengan istilah mereka Asfat. Itu dibakar terus asapnya dihisap barang, sedangkan aslinya itu adalah sabu-sabu,” tegasSriyanto.

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!