Pengurangan Anggaran, Hunian Hotel di Lombok Hanya 7 Persen

48

redaksi.co.id – Pengurangan Anggaran, Hunian Hotel di Lombok Hanya 7 Persen

Pengurangan anggaran negara hingga Rp 160 triliun menyebabkkan hotel-hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat merasakan akibatnya.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram Reza Bovier mengatakan rata-rata hunian kamar selama dua minggu terakhir Agustus 2016 hanya tujuh persen.

“Banyak konfirmasi dari lembaga pemerintahn di Jakarta yang mengabarkan penundaan kegiatan,” kata Reza Bovier, Sabtu 3 September 2016 siang.

Dia berharap segera ada kebijakan yang dapat membantu memperbaiki kunjungan wisatawan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) yang selama ini meramaikan kunjungan ke Lombok.

Reza menuturkan, data okupansi hotel pada minggu pertama Agustus 2016, yang terjual 9.927 kamar atau 81,74 persen. Selama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an pada 26 Juli-7 Agustus 2016 yang terjual mencapai 24.140 kamar atau 96,08 persen.

Ketua DPD INCA (Indonesian Congress and Convention Association) Muhammad Nurhaedin mengakui sudah mengalami pengurangan sekitar 80 persen paket kegiatan MICE dari Jakarta.

“Karenanya, pihak hotel sudah banting harga,” ujar Edo, panggilan sehari-harinya.

Kalau sebelumnya, harga kamar hotel untuk kepentingan MICE paketnya untuk dua orang Rp 750 ribu dan makan dua kali siang dan malam Rp 300 ribu, sekarang ini menjadi Rp 500 ribu untuk harga kamar dan makan minumnya Rp 100 ribu.

“Kalau tidak, bisa mempengaruhi pengurangan karyawan,” katanya.

Edo menyebutkan ada 47 hotel berbintang di Lombok yang sekitar 80 persen memiliki meeting room yang biasanya digunakan untuk kegiatan MICE. Selama ini dominan atau 70 persen berasal dari kegiatan yang dibiayai APBN.

Sedangkan yang berasal dari 44 satuan kerja perangkat daerah yang menggunakan dana APBD. “Kali ini kondisinya lebih parah dari larangan yang pernah dikeluarkan Menteri Reformasi Birokrasi dan PAN,” katanya.

Dia merujuk waktu Yudy Chrisnandi melarang melakukan kegiatan di hotel. Untuk menyiasati berkurangnya acara MICE, maka INCA NTB bersama para pelaku pariwisata menguatkan pemasaran ke perusahaan-perusahan besar di kota besar seperti Makassar, Surabaya dan Jakarta.

Ia meyakini Lombok yang memiliki potensi wisata alam mampu menjadi daya tarik kegiatan wisata MICE yang dipadukan dengan wisata alam. SUPRIYANTHO KHAFID

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!