Ahli Patologi Forensik Australia Ragukan Mirna Meninggal Karena Racun Sianida

redaksi.co.id - Ahli Patologi Forensik Australia Ragukan Mirna Meninggal Karena Racun Sianida Walau sempat tertunda hampir dua jam lamanya, sidang lanjutan atas kasus pembunuhan Wayan Mirna...

51 0

redaksi.co.id – Ahli Patologi Forensik Australia Ragukan Mirna Meninggal Karena Racun Sianida

Walau sempat tertunda hampir dua jam lamanya, sidang lanjutan atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016), sekira pukul 16.00 WIB.

Saksi Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Quensland Australia, Beng Beng Ong dihadirkan dalam sidang ke-18 tersebut.

Dalam kesaksiannya, Beng menyampaikan jika kematian Mirna belum dapat dipastikan akibat racun sianida karena racun sianida yang masuk lewat mulut akan bereaksi 30 menit setelah ditelan.

Sementara, berdasarkan rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) Cafe Olivier diketahui Mirna mengalami kejang hingga tidak sadarkan diri sesaat setelah meminum Kopi Vietnam yang dipesan Jessica.

“Umumnya, penghirupan masuk lewat jalur pernapasan efeknya lebih cepat dari pencernaan. Karena itu, saya tidak dapat memastikan (Mirna-red) kolaps karena minum sianida, karena hanya sekitar lima menit. Jadi saya tidak mencurigai hal itu,” jelasnya dalam persidangan.

Gejala yang ditunjukkan seseorang yang terkena racun sianida menurutnya akan merasa mual hingga muntah serta kesulitan bernapas.

Bahkan apabila terpapar dalam dosis tinggi, seseorang dapat meninggal dunia.

“Apabila bentuk gas akan cepat meninggal dunia, karena langsung masuk ke paru-paru. Apabila masuk melewati mulut proses lebih lama karena tahapan yang dilalui, mulai dari mulut masuk ke lambung dan diserap usus, lalu masuk ke jaringan darah hingga dinetralisir hati dan masuk ke jantung. Makanya efek racun tersebut berjalan lebih lambat,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, dirinya tidak berani menyimpulkan jika Mirna tewas karena sianida.

Menurutnya, perlu dicari lebih lanjut kemungkinan penyebab lain, termasuk penyakit yang ada dalam tubuh Mirna.

Menanggapi pernyataan Beng, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan mencoba menegaskan apakah Mirna tewas karena sianida.

“Apakah saudara mengatakan kematian ini bukan karena sianida?” tanya Otto kepada Ong.

Menjawab pertanyaan Otto, Beng kembali menegaskan berdasarkan keilmuan dan penelitian yang dilakukan, sangat kecil jika Mirna tewas akibat meminum racun sianida.

“Menurut saya, besar kemungkinan kematian ini bukan karena sianida. Dalam situasi ini iya,” tambahnya.

Perlu Diautopsi

Guna mencari tahu penyebab pasti kematian Mirna, Beng menyampaikan seharusnya autopsi dilakukan pada jenazah Mirna.

Namun dirinya menyayangkan jika hal tersebut tidak dilakukan dengan alasan pihak keluarga tidak memberikan persetujuan.

“Sudah pasti tidak bisa, kalau tidak dilakukan autopsi. Autopsi merupakan pemeriksaan jenazah untuk menemukan sebab kematian yang diakibatkan oleh mekanisme yang dicurigai. Apalagi kematian tidak wajar terjadi pada korban yang berusia masih muda,” ungkapnya.

Sementara lanjutnya, pada kasus kematian Mirna, dokter forensik hanya mengambil sampel cairan pada lambung Mirna.

Sampel tersebut katanya tidak dapat mewakili pemeriksaan autopsi secara keseluruhan.

“Saya pikir ini (cairan lambung-red) tidak memadai, sebagaimana didemonstrasikan dalam kasus ini. Saya temukan bahwa penyebab kematian tidak dapat disimpulkan,” katanya. (Penulis: Dwi Rizki)

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!