Obama dan Putin Bertukar Tatapan 'Mematikan'

redaksi.co.id - Obama dan Putin Bertukar Tatapan 'Mematikan' Tensi antara Amerika Serikat dan Rusia meningkat di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 China. Kegagalan terjadinya kesepakatan penyelesaian...

11 0

redaksi.co.id – Obama dan Putin Bertukar Tatapan 'Mematikan'

Tensi antara Amerika Serikat dan Rusia meningkat di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 China. Kegagalan terjadinya kesepakatan penyelesaian masalah Suriah-lah yang jadi pangkal permasalahan.

Bahkan, dalam suatu foto yang tersebar di dunia maya, Presiden Amerika Serikat BarackObamaterlihat menatap sinis nan “mematikan” kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin pun tidak mau kalah. Ketika bersalaman dengan Obama, ia tampak menyeringai.

Sikap “dingin” dua pemimpin dunia tersebut sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, sebelum mereka bertemu, serangkaian pertemuan berbagai tingkatan antara AS dan Rusia terus digelar.

Namun, semuanya berujung tanpa hasil. Kesepakatan kerja sama yang diharapkan bisa terwujud akhirnya hanya menjadi sekedar angan. Demikian dilansir dari News.com.au,Selasa (6/9/2016)

Rusia tetap pada posisinya. Negeri Beruang Merah bersikeras mendukung Presiden Suriah Bashar Al Assad dan berjanji tetap menyokong serangan udara untuk menggempur pasukan pemberontak.

Sementara AS ada di sisi berbeda. Negeri Paman Sam menyatakan terus mendukung kelompok oposisi Pemerintah Suriah, termasuk pasukan Kurdi yang dianggap Assad sebagai terorisme.

Pertemuan dua negara besar ini demi membicarakan masalah Suriah diharapkan banyak pihak akan membuat koordinasi untuk membasmi kelompok teroris serta menghindari korban sipil jatuh bisa benar-benar terwujud.

Pada Minggu, 4 September 2016 lalu, Presiden Obama sebenarnya begitu berharap ada hasil berarti dari pertemuan Menlu AS dan Rusia. Dia melihat masalah kemanusiaan di Suriah sudah saatnya diselesaikan.

Selain Suriah, kedua hubungan negara itu memanas tatkala AS menuduh Rusia di balik dalang bocornya surat elektronik Partai Demokrat. Negeri Paman Samjuga menuding bahwa Putin “main mata” dengan kandidat capres Partai Republik, DonaldTrump.

Pertemuan di sela-sela G20 itu juga membahas perjanjian intelejen. Namun, sumber di Gedung Putih mengatakan Obamatidak percaya bahwa Putinakan merealisasikan hasil pertemuan itu.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!