Manfaat Cashback Kartu Kredit

90

redaksi.co.id – Manfaat Cashback Kartu Kredit

Yang namanya wanita, susah banget dipisahkan sama belanja. Wanita dan belanja sepertinya sudah satu kesatuan. Tinggal yang bedakan gaya belanjanya aja.

Ada yang sederhana macam beli yang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ada yang cenderung berlebihan tanpa ukur kemampuan sampai bela-belain berutang segala.

Yang disebut terakhir ini paling doyan wara-wiri di mall. Semua serba kepengen. Lebih-lebih ketika ada label diskon plus murah, langsung main sikat.

Selain itu ada pula tipikal yang belanja karena faktor latah. Baru aja barang di-launch, langsung menyegerakan diri beli. Enggak peduli butuh, enggak urusan soal harga, pokoknya dikejar. Padahal dalam hitungan hari, itu barang jadi koleksi lemari aja.

Suka atau enggak, faktanya begitulah tabiat kaum hawa. Suka belanja dan lebih suka kalau harganya supermiring.

Bukan berarti ini salah lho. Emang sudah dari sananya begitu karena rata-rata kaum hawa tuh cenderung kedepanin perasaan plus turuti kata hati.

Sekarang tinggal how to-nya aja. Gimana caranya enggak perlu kekang tabiat belanja tapi di satu sisi kantong juga enggak jebol. Ini yang penting!

Jawabnya maksimalkan kartu kredit. Kok? Pasti tanya-tanya kenapa kartu kredit. Bukannya itu alat utang?

Betul sih kartu kredit itu berurusan sama utang. Cuma jangan lupa kalau kartu kredit punya fitur yang mendukung penghematan. Fitur yang dimaksud tuh cashback.

Jadi fitur ini akan bekerja begitu transaksi dilakukan, maka limit kartu kredit akan dikembalikan sebesar dengan presentasi cashback.

Contoh ya,

ada cashback 10 persen untuk transaksi belanja di supermarket dengan ketentuan belanja minimal Rp 200 ribu. Jika struk belanjanya tertera Rp 300 ribu maka dapat cashback Rp 30 ribu.

Biar fitur cashback bisa dimaksimalkan, kenali dong jurus-jurusnya. Simak ya.

1.Ketahui gaya belanja

Ini langkah paling awal. Ketahui dulu gaya belanja baru dicari kartu kredit yang cocok. Jangan dibalik-balik. Yang afdol itu cari kartu kredit yang relevan sama gaya belanja.

Misalnya saja suka berburu barang diskon di merchant-merchant ternama, carilah kartu kredit yang bekerja sama dengan merchant itu. Atau suka belanja di supermarket tertentu, maka carilah kartu kredit yang selalu menawarkan nilai lebih bila belanja di sana.

Beda lagi kalau suka kuliner yang sering beranjangsana ke restoran. Carilah kartu kredit yang tak pernah sepi kasih promo cashback kalau makan di resto tertentu.

2. Cek tawaran promo kartu kredit

Ketika tagihan datang, biasanya penerbit kartu kredit menyertakan brosur yang berisi daftar promosi. Silakan teliti promonya. Siapa tahu ada yang klop sama kebutuhan atau pun keinginan.

Promonya tentu tak selalu diskon atau berupa cashback, kadang kala disertai fitur cicilan nol persen sekian bulan.

Kalau mau lebih ringkas lagi, pantentin aja di situs penerbit kartu kredit. Lazimnya, semua promo terjembreng dengan lengkap di situ.

3. Talangi teman belanja

Talangi belanjaan teman-teman juga bisa jadi cara gampang dapatkan cashback. Ini enaknya dapatkan cashback tanpa keluar modal sedikitpun.

Coba bayangkan kalau nilai belanjaan teman-teman itu sampai Rp 10 juta dan besaran cashback 10 persen dari nilai itu. Alhasil, dapat Rp 1 juta gratis kan?

Cuma pastikan dulu teman-teman itu nyaur utang sebelum jatuh tempo. Kalau telat, ya denda kita yang nanggung sendiri.

4. Pahami syarat dan ketentuan

Nah ini jangan sampai lewat. Cashback yang ditawarkan penerbit kartu kredit selalu diembeli dengan aturan main. Misalnya cashback baru berlaku ketika belanja minimal Rp 500 ribu per transaksi. Kurang dari itu, ya enggak dapat cashback-nya.

Maka itu, perhatikan dulu aturan main ini sebelum gesekkan kartu. Di samping itu, pastikan juga semua tagihan kartu kredit dilunasi tepat waktu. Bayar tagihan lewat jatuh tempo, membuat nilai cashback tak ada artinya.

Kesimpulannya?

Bila ditanya apakah program cashback kartu kredit itu menguntungkan, jawabnya sangat relatif. Fitur ini bisa dimaksimalkan dengan syarat si pemegang kartu kredit disiplin terhadap tagihan kartu kredit bulanan.

Kemudian yang tak kalah penting, jauhi pemikiran cashback itu sama dengan mendapatkan uang dari kartu kredit. Cashback itu bukan duit yang jatuh dari langit, tapi sebenarnya cara penerbit kartu kredit memotivasi nasabahnya menggesekkan kartu.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

loading...

Comments

comments!