BKPM: Potensi Investasi Kelautan Capai US$1,2 Triliun

75

redaksi.co.id – BKPM: Potensi Investasi Kelautan Capai US$1,2 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut potensi investasi di sektor maritim mencapai US$1,2 triliun. Atas potensinya yang besar serta sejalan dengan tujuan mewujudkan visi poros maritim dunia, Indonesia mengundang pemodal Taiwan untuk ikut berpartisipasi dalam investasi di sektor tersebut dalam seminar Prospek Tata Kelola dan Kerja Sama Maritim antara Indonesia dan Taiwan.

“Potensi ekonomi sektor maritim berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) itu sekitar US$ 1,2 triliun dan itu masih potensi, masih terus meningkat,” kata Direktur Perencanaan Investasi Agribisnis dan Sumber Daya Alam BKPM Hanung Harima Rachman di Jakarta, Selasa (6 September 2016).

Menurut Hanung, potensi investasi yang bisa digarap di sektor maritim bervariasi mulai dari logistik, migas di laut dalam, pengolahan perikanan hingga galangan kapal dan pariwisata. Taiwan sendiri, lanjut dia, merupakan salah satu pemodal asing yang rutin berinvestasi di Tanah Air. Namun, sektor maritim memang masih belum diminati oleh investor asal wilayah tersebut.

“Investasi Taiwan itu banyak di industri logam, semen dan peralatan elektronik. Memang masih belum banyak investasi di maritim. Maka kali ini diperkenalkan potensi investasi di sektor ini,” katanya. Hanung menambahkan, investasi dari Taiwan penting bagi Indonesia yang tengah menuju fase industrialisasi. Taiwan sendiri, dikenal kuat dalam bidang industri karena memiliki teknologi mumpuni.

“Taiwan ini menarik karena dia kuat di industri, sementara kita kan ingin industrialisasi, juga kuat di teknologi. Jadi cocok sekali karena kita ingin kembangkan maritim dengan basis teknologi,” ujarnya. Direktur Eksekutif Indonesia Council on World Affairs (ICWA) Ibrahim Yusuf menilai investasi dari Taiwan potensial digarap karena merupakan salah wilayah yang punya modal besar untuk membantu pembangunan dalam negeri.

Taiwan sendiri, di bawah pemerintahan baru Presiden Tsai Ing-wen tengah memberlakukan kebijakan “southbound” di mana wilayah itu gencar melakukan diversifikasi investasi ke Asia Tenggara. “Potensi Indonesia yang besar sebagai negara maritim inilah yang mau mereka kembangkan. Indonesia, di sisi lain, juga melihat hal tersebut sebagai upaya meningkatkan investasi,” terangnya.

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!