Jika Konflik PPP tak Kunjung Selesai, Abdul Hafidz Siap Maju Cabup dari Jalur Independen

REMBANG Redaksi.co.id Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Rembang siap menjadikan Abdul Hafidz sebagai calon bupati independen, apabila konflik pengurus pusat PPP tidak segera selesai, hingga menjelang pendaftaran...

22 0

REMBANG Redaksi.co.id Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Rembang siap menjadikan Abdul Hafidz sebagai calon bupati independen, apabila konflik pengurus pusat PPP tidak segera selesai, hingga menjelang pendaftaran bakal calon di KPU. Abdul Hafidz saat ini masih menjabat bupati Rembang dan akan diusung lagi ketika Pilkada, 9 Desember mendatang.

Sekretaris Tim 9 PPP Kab. Rembang, Henri Purwoko menuturkan, akhir bulan Mei atau pertengahan Juni baru bisa menentukan keputusan, apakah Abdul Hafidz berangkat dari jalur independen atau tetap maju lewat PPP.

Saat ini pendataan KTP sudah dimulai, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Ditargetkan mampu mengumpulkan 70 100 ribu foto copyan KTP pendukung. Kalaupun maju lewat independen, Hafidz dan pasangannya boleh disebut calon independen rasa PPP.

Namun Henri memastikan jalur independen adalah alternatif terakhir, karena pihaknya optimis kisruh dua kubu PPP akan tuntas, dengan munculnya keputusan hukum tetap dari pengadilan pada bulan Juni, sebelum pendaftaran calon antara tanggal 26 28 Juli 2015. Kendaraan partai politik tetap yang utama, apalagi ibaratnya kondisi PPP sekarang sangat sexy, sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD, dengan 10 kursi.

Senin siang (11 Mei 2015), Henri Purwoko didampingi Ketua Desk Pilkada, H. Slamet, warga desa Sumbergirang Kec. Lasem, anggota DPRD Rembang, Sri Weti Ariyani dan beberapa pengurus lainnya menggelar jumpa pers di kantor DPC PPP Jl Pemuda Rembang, menyampaikan rencana penjaringan bakal calon khusus wakil bupati.

Slamet membeberkan pendaftaran calon dibuka dari tanggal 18 20 Mei 2015. 21 22 Mei dilanjutkan seleksi administrasi, kemudian para kandidat akan mengikuti serangkaian debat.

Tanggal 28 Mei debat tentang birokrasi, pendidikan dan kesehatan. Tanggal 02 Juni mengambil topik pembangunan perekonomian, debat terakhir tanggal 6 Juni mengenai infrastruktur, pertanian dan perikanan.

Menurut Slamet, debat tersebut untuk mengukur seberapa jauh pengetahuan para bakal calon yang kelak akan mendampingi Abdul Hafidz.

Menurut informasi, sudah ada 2 orang nama yang siap mendaftarkan diri. Pengurus DPC mempersilahkan masyarakat memantau langsung, ketika hari pendaftaran.

Nantinya seusai debat, tim panelis akan menyerahkan hasil evaluasi kepada Tim 9 untuk dikaji dan dipilih satu nama.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!