Mengapa Hacker Umumnya Berjenggot?

redaksi.co.id - Mengapa Hacker Umumnya Berjenggot? Seorang ilmuwan bernama Bell Labs atau lebih dikenal dengan nama Ken Thompson pada 1969 kesulitan menemukan komputer andal yang bisa...

8 0

redaksi.co.id – Mengapa Hacker Umumnya Berjenggot?

Seorang ilmuwan bernama Bell Labs atau lebih dikenal dengan nama Ken Thompson pada 1969 kesulitan menemukan komputer andal yang bisa digunakan untuk bermain Space Travel, sebuah permainan video game. Dia kemudian memutuskan menulis ulang kode Space Travel dari awal berkolaborasi dengan temannya yang juga ilmuwan terkenal penemu sistem pemrograman, Dennis Ritchie.

Thompson dan Ritchie berkontribusi banyak menciptakan terobosan komputasi modern, salah satunya memecahkan berbagai kode keamanan komputer. Dia juga menggabungkan fitur baru, seperti password terekripsi ke dalam UNIX dan mempublikasikan hacks master. Keduanya mendapat julukan Grandmasters.

Apa kesamaan mereka berdua? Mereka sama-sama memiliki jenggot. Apakah ini kebetulan? Beberapa hacker dunia tidak berpikir demikian. Sebagian besar bahkan menganggap seorang hacker akan semakin cakap jika berjenggot.

Tamir Khason yang sekarang menjadi manajer pengembangan di General Motors, Israel menganalisis bahwa bahasa pemrograman yang dikembangkan banyak hacker berjenggot semakin populer. Jenggot sejak lama dikaitkan dengan kebijaksanaan. Socrates bahkan disebut sebagai Master jenggot atau the Bearded Master.

Jenggot juga dikaitkan dengan tingkat religius seseorang, seperti pemimpin Taliban yang panjang jenggotnya rata-rata di atas empat inci. Secara historis, jenggot juga digunakan sebagai alat penyamaran nan ampuh. Banyak master spionase menggunakan jenggot palsu saat bertugas.

Jenggot kemudian berkembang menjadi aksesoris wajah sempurna pada pria. Komunitas hacker terkenal, Unix Beard, bertahan dengan tradisi memelihara jenggot ini. Hal tersebut terbukti dalam DefCon, sebuah konvensi hacker terbesar di dunia yang diselenggarakan baru-baru ini.

Mereka menggelar pelombaan jenggot terbaik. “Saya pernah mendengar hubungan antara berapa lama seorang hacker memanjangkan jenggot dengan berapa banyak poin dari akses root yang dihasilkannya ke berbagai perangkat.

Dengan kata lain, semakin panjang jenggot Anda, semakin baik sistem hack Anda,” kata seorang kontestan dan hacker senior, Ed Provost, dilansir dari Cool Things, Selasa (6/9). Sebagian kontestan yang juga hacker angkatan milenial di sisi lain menilai jenggot hacker tak ada hubungannya dengan kecakapan seorang hacker.

Rasputinish (20 tahun) mengatakan, ketika seorang hacker baru bekerja dua pekan, selama itu faktanya dia sudah bisa memiliki jenggot panjang.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!