Trik Ambil KPR Setelah Masuk Blacklist BI

redaksi.co.id - Trik Ambil KPR Setelah Masuk Blacklist BI Bambang lagi bingung. Dia ngajuin kredit pemilikan rumah (KPR), tapi ditolak bank. Padahal dia gak punya masalah...

37 0

redaksi.co.id – Trik Ambil KPR Setelah Masuk Blacklist BI

Bambang lagi bingung. Dia ngajuin kredit pemilikan rumah (KPR), tapi ditolak bank. Padahal dia gak punya masalah kredit. Uang muka pun ada.

Ternyata, istri yang baru dinikahinya punya tunggakan tagihan kartu kredit. Makanya gak aneh kalau permohonan KPR pasangan itu ditolak.

Bagi pasangan suami-istri baru, punya rumah sendiri tentunya menjadi impian. Jikapun belum ada uang cukup, bisa ambil KPR. Tapi, uang muka saja belum cukup buat mastiin rumah itu bisa jadi milik sendiri.

Misalnya uang muka ditetapkan bank 20 persen dari harga rumah, seperti ketentuan saat ini. Dengan harga rumah Rp 500 juta, berarti setidaknya Rp 100 juta ada di tangan buat persekot.

Namun ingat, Rp 100 juta itu hanya DP-nya. Masih ada biaya-biaya KPR lain seperti notaris dan biaya bank.

Jika ditotal, duit yang mesti dikeluarkan sebagai tanda jadi pembelian rumah itu lewat KPR bisa sampai Rp 120 juta. Nah, meski kita udah nyediain uang Rp 200 juta, misalnya, gak berarti permohonan KPR kita bakal diterima.

Dalam proses KPR, ada yang namanya BI Checking. Bank Indonesia selaku bank sentral berkewajiban mencatat segala riwayat keuangan kita terkait dengan lembaga keuangan, seperti bank, Pegadaian, bahkan leasing.

Riwayat ini berisi catatan yang terutama berhubungan dengan kredit di lembaga keuangan tersebut. Umpamanya kita belum pernah ngajuin kredit, maka catatan itu bersih.

Begitu juga jika segala kredit yang pernah kita terima sudah lunas.Ini termasuk tagihan kartu kredit, ya.

Sebaliknya, jika punya masalah kredit, misalnya ada tagihan yang tertunggak, kita akan masuk daftar hitam alias blacklist BI. Akibatnya, segala urusan kredit selanjutnya bakal susah. Termasuk kredit rumah.

Saat kita mengajukan permohonan KPR, bank yang kita tuju akan melakukan proses BI Checking ini. Kalau ternyata kita masuk daftar hitam, 99 persen permohonan akan ditolak.

Bank akan berpikir, lha ini kredit yang lain aja bermasalah, gimana mau bayar KPR yang sifatnya jangka panjang. Dan, lantaran yang mengajukan adalah pasangan, otomatis bank akan mengecek riwayat keuangan masing-masing suami dan istri.

Untuk kasus Bambang, semestinya dia dan istrinya saling terbuka dulu soal keuangan sebelum memutuskan hal serius seperti mengambil KPR. Sebab, beban KPR bakal ditanggung bersama oleh keluarga.

Tapi jika permohonan sudah telanjur ditolak, bukan saatnya main salah-salahan. Justru Bambang mesti menempuh langkah selanjutnya. Apalagi jika ternyata sang istri mengaku gak punya masalah kredit.

Jangan-jangan ada yang salah. Ya, proses BI Checking bisa saja keliru. Misalnya tunggakan sebenarnya udah lunas, tapi ternyata belum masuk data BI.

Jadi, jika mau mengambil KPR tapi pasangan masuk blacklist BI, sebaiknya lakukan langkah ini:

Satu-satunya cara menyelesaikan masalah kredit jelas melunasinya. Tapi, jika ada halangan, terdapat beberapa solusi yang bisa diambil untuk menyiasati masalah tersebut.

Misalnya, meminta restrukturisasi utang. Bank akan dengan senang hati menerima konsultasi soal utang kita. Itu lebih baik ketimbang kita kabur, karena gak akan menyelesaikan masalah.

Intinya, Bambang tetap bisa punya rumah sendiri lewat KPR meski istrinya ada masalah kredit Tapi ya itu, diselesaikan dulu masalahnya, baru bisa lancar proses KPR-nya.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!