IHSG Dibuka Melemah Ikuti Bursa Asia

redaksi.co.id - IHSG Dibuka Melemah Ikuti Bursa Asia Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Lantaran sepi sentimen di...

30 0

redaksi.co.id – IHSG Dibuka Melemah Ikuti Bursa Asia

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Lantaran sepi sentimen di pasar modal.

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat (9/9/2016), IHSG turun 17,3 poin atau 0,33 persen ke level 5.352,03. Indeks saham LQ45 merosot 0,55 persen ke level 919,09.

Ada sebanyak 69 saham menghijau sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 63 saham melemah dan 70 saham lainnya diam di tempat. Pada Jumat pagi ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.358,50 dan terendah 5.345,01.

Frekuensi perdagangan saham tercatat 8.717 kali dengan volume perdagangan 177,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 195,5 miliar.

Investor melakukan aksi jual sekitar Rp 30,2 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.079.

Secara sektoral, semua sektor saham melemah dipimpin oleh saham keuangan yang melemah 1,03 persen. Sektor saham konsumsi turun 0,91 persen, dan membukukan penurunan terbesar. Sektor saham konstruksi susut 0,78 persen.

Saham-saham yang menguat pada Jumat pagi ini antara lain saham TPMA naik 30 persen ke level Rp 195 per saham, saham ERTX mendaki 17,02 persen ke level Rp 220 per saham, dan saham FORU menanjak 13,04 persen ke level Rp 520 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BCIP turun 9,82 persen ke level Rp 1.010 per saham, saham ARTI melemah 9,72 persen ke level Rp 130 per saham, dan saham XCID turun 9,30 persen ke level Rp 78 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih betah berada dalam fase konsolidasi. Ia melihat rentang pergerakan dengan level support 5.336 yang sudah cukup teruji hingga target resistance 5.458 yang perlu ditembus masih menjadi naungan IHSG.

“Potensi pergerakan masih terlihat cukup kuat untuk kembali menanjak. Posisi data ekonomi dalam negeri masih akan menajdi penopang pola gerak IHSG di tengah minimnya sentimen dari global dan regional,” ujar William

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!