Gunung Abi Qubais, Saksi Mukjizat Rasulullah

redaksi.co.id - Gunung Abi Qubais, Saksi Mukjizat Rasulullah Rasulullah SAW memiliki mukjizat yang telah dijelaskan dalam Alqur'an yakni membelah bulan. Dan lokasi saksi pembuktian mukjizat Rasulullah...

16 0

redaksi.co.id – Gunung Abi Qubais, Saksi Mukjizat Rasulullah

Rasulullah SAW memiliki mukjizat yang telah dijelaskan dalam Alqur’an yakni membelah bulan. Dan lokasi saksi pembuktian mukjizat Rasulullah itu berada di sebuah gunung yang berada di Mekkah, dekat dengan Masjidil Haram. Gunung itu adalah gunung Abi Qubais.

Firman Allah SWT dalam Surah Al Qamar ayat 1-2, ‘Telah dekat datangnya saat itu dan terbelah bulan (1). Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata “(Ini adalah) sihir yang terus menerus (2).”

Gunung Abu Qubais bedekatan dengan gunung Qaiqa’an. Letak gunung Abi Qubais searah dengan letak Hajar Aswad, berdekatan dengan Bukit Shafa. Dahulu ketinggian gunung tersebut kira-kira 420 meter. Dengan berbagai penataan letak Masjidil Haram saat ini, bisa jadi sudah banyak bagian gunung kini yang dipugar.

Gunung ini menjadi saksi sejarah kejadian mukjizat Nabi Muhammad SAW yang diperlihatkan Allah SWT, kepada kelompok kafir Quraisy. Hal ini dikarenakan mereka yang ingin menyudutkan Rasulullah, jikalau Muhammad seorang Nabi mereka meminta sesuatu hal yang mustahil, layaknya mukjizat para Nabi terdahulu.

Sampai akhirnya atas izin Allah, dalam firmanNya di Surah Al Qamar ayat 1 dan 2. Saat itu bulan terbelah, kemudian Nabi Muhammad SAW menunjuk dua belahan bagian bulan itu dengan telunjuknya, setengah bagian ia tunjuk dan diarahkan ke sebuah gunung, dan sebagian lain diarahkan ke gunung yang lain. Salah satu saksi mukjizat ini adalah Gunung Abi Qubais.

Cerita dua gunung di sekitar Masjidil Haram ini pun sempat menjadi bagian yang dimintakan malaikat kepada Rasulullah untuk ditimpakan kepada kaum musyrikin Quraish Makkah. Malaikat berkata, “Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab.”

Maka Nabi bersabda, “Jangan, karena aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang lebih menyembah Allah semata, dan tidak mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari, No. 3231).

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!