12 Momentum Terpenting Olahraga Indonesia

redaksi.co.id - 12 Momentum Terpenting Olahraga Indonesia Tahukah Anda bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ide yang dicetus oleh Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) akibat...

11 0

redaksi.co.id – 12 Momentum Terpenting Olahraga Indonesia

Tahukah Anda bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ide yang dicetus oleh Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) akibat para atlet Indonesia ditolak oleh Inggris mengikuti Olimpiade Musim Panas XIVdi London?

Karena dipersulit untuk berpartisipasi, mereka memutuskan untuk menyelenggarakan PON untuk pertama kalinya yang bisa diikuti oleh semua provinsi di Indonesia.

Tanggal 9 September sebagai tanggal pembukaan PON I kini diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Momen tersebut merupakan salah satu momen olahraga paling penting untuk membuktikan bahwa atlet Indonesia memiliki prestasi yang bisa dibanggakan di mata dunia.

Untuk memperingati Hari Olahraga Nasional, kali ini kami mengajak Anda untuk melihat kembali momen-momen olahraga lainnya yang tak kalah penting. Berikut daftarnya.

1. Indonesia tampil di Piala Dunia FIFA

Mungikin sebagian dari Anda mengetahui Indonesia pernah tampil sekali di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Indonesia tampil di Piala Dunia yang diadakan di Prancis dengan nama Hindia Belanda dan tercatat sebagai negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia FIFA. Hindia Belanda menghadapi Hungaria di pertandingan pertamanya dan kalah 0-6. Karena pada saat itu Piala Dunia menggunakan sistem gugur, pertandingan tersebut menjadi satu-satunya pertandingan Indonesia di ajang Piala Dunia FIFA.

2. Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali diadakan

Tanggal 9-12 September 1948 tercatat PON diselenggarakan untuk pertama kalinya di kota Solo, Jawa Tengah. Tanggal pembukaannya kemudian diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Tujuan penyelenggaraan PON I adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia, meski wilayahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih sanggup menyelenggarakan acara olahraga berskala nasional dan menggalang kesatuan bangsa. PON I diadakan di Solo karena memiliki sarana yang memadai, misalnya Stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan fasilitas kolam renang.

3. Piala Thomas pertama Indonesia

Indonesia pertama kali mengikuti Piala Thomas di tahun 1958 yang diselenggarakan Malaysia yang saat itu bernama Malaya. Di ajang pertama ini juga Indonesia berhasil meraih juara Piala Thomas untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Malaysia 6-3. Pemain bulu tangkis Indonesia yang bersinar pada saat itu adalah Tan Joe Hok dan Ferry Sonnevil.

4. Stadion Utama Gelora Bung Karno

Siapa yang tidak mengenal stadion kebanggaan Indonesia ini? Stadion ini merupakan bagian dari komplek olahraga Gelora Bung Karno yang dibangun pada tahun 1960 dan dibuka pada bulan Agustus tahun 1962. Stadion ini dibuat sebagai salah satu pelengkap sarana untuk persiapan Asian Games di tahun 1962. Indonesia pun mendapatkan prestasi yang bagus yaitu dengan menajdi runner up di Asian Games di bawah Jepang.

5. Juara termuda All-England

Salah satu pemain bulutangkis terbaik dunia asal Indonesia, Rudy Hartono, menjadi juara termuda pada kejuaran bulutangkis All-England pada tahun 1968. Sepanjang karirnya, ia telah meraih juara All-England sebanyak delapan kali dengan rekor tujuh kali berturut-turut.

6. The King Smash

Selain Rudy Hartono, Liem Swie King merupakan salah satu pemain bulutangkis Indonesia yang meraih prestasi juara dunia. Ia dikenal karena telah berhasil menantang Rudy Hartono pada final kejuaran All-England di tahun 1976 di usianya yang ke-20. Ia menjadi penerus kejayaan Rudy Hartono dengan memenangkan All-England sebanyak tiga kali.

7. SEA Games 1977

Meski menjadi salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia tidak mengikuti SEA Games saat itu bernama SEAP Games sejak awal. Baru lah di tahun 1977 Indonesia pertama kalinya mengikuti SEA Games yang berlangsung di Kuala Lumpur. Sebagai anggota baru di ajang ini, Indonesia berhasil melumpuhkan dominasi Thailand dan menjadi juara umum pada SEA Games yang ke-9 ini.

8. Timnas sepakbola Indonesia di SEA Games 1987

Timnas sepakbola Indonesia menjadi juara di ajang SEA Games tahun 1987 setelah menang 1-0 melawan musuh bebuyutan, Malaysia. Berkat gol tunggal Ribut Waidi di menit ke-91, Indonesia berhasil menambah emas dan dinobatkan juga menjadi juara umum SEA Games dengan perolehan medal emas sebanyak 183.

9. Medali emas olimpiade

Olimpiade Barcelona tahun 1992 menjadi ajang pertama Indonesia meraih medali emas. Medali emas diraih di cabang bulu tangkis lewat Susi Susanti di tunggal putri dan Alan Budikusuma di tunggal putra.

10. Piala Asia 1996

Dalam prestasi sepak bola, Indonesia untuk pertama kalinya mampu lolos ke ajang Piala Asia dengan Uni Emirat Arab yang menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia sukses menahan imbang Kuwait dengan skor 2-2. Salah satu penyerang Indonesia, Widodo Cahyono Putro, berhasil menyumbangkan gol indah lewat tendangan saltonya. Golnya dipilih menjadi gol terbaik di Piala Asia saat itu.

11. Taufik Hidayat

Disebut-sebut sebagai peseteru abadi Lin Dan, pemain bulutangkis asal China, Taufik Hidayat juga salah satu pemain bulutangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Salah satunya adalah saat ia berhasil memperoleh medali emas di ajang Asian Games 2006. Di babak final, ia berhasil mengalahkan Lin Dan lima poin kemenangan berturut-turut di set ketiga.

12. Pembalap F1 Indonesia pertama

Di tahun 2016 ini sosok Rio Haryanto tidak habis-habisnya diperbincangkan. Bagaimana tidak? Dia adalah orang Indonesia pertama yang berhasil menjadi pembalap F1. Setelah sukses mengikuti kompetisi GP2 dari tahun 2012 hingga 2015, di awal Februari lalu ia berhasil memperkuat tim Manor Racing untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang balapan paling bergengsi ini.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!