BI akan Ubah Aturan Saldo Maksimal Uang Elektronik

redaksi.co.id - BI akan Ubah Aturan Saldo Maksimal Uang Elektronik Bank Indonesia menjanjikan peraturan tentang kenaikan saldo maksimal uang elektronik (e-money) terdaftar menjadi Rp 10 juta...

38 0

redaksi.co.id – BI akan Ubah Aturan Saldo Maksimal Uang Elektronik

Bank Indonesia menjanjikan peraturan tentang kenaikan saldo maksimal uang elektronik (e-money) terdaftar menjadi Rp 10 juta dari Rp 5 juta, segera terbit pada September 2016.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eni V Panggabeanmengatakan ketentuan kenaikan saldo tersebut akan dituangkan dalam bentuk Surat Edaran Bank Indonesia.

Eni mengatakan, tidak memasukkan aturan kenaikan saldo uang elektronik dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik yang baru saja terbit, karena ingin fleksibel jika sewaktu-waktu pihaknya perlumengubah ketentuan uang elektronik.

Penentuan saldo uang elektronik tersebut, kata Eni, selalu disesuaikan dengan daya beli masyarakat dan indikatorperekonomian, seperti laju inflasi dan lainnya. Jadi, tidak tertutup kemungkinan, ketentuan saldo uang elektronik dapatberubah di kemudian hari.

“Jadi, jika nanti ada perkembangan ekonomi, agar ketentuan ini masih bisa menyesuaikan,” ujar Enidi Jakarta, Jumat (9/9).

Kenaikan saldo uang elektronik tersebut hanya untuk uang elektronik terdaftar (registered). Untuk uang elektronik yang tidakterdaftar (unregistered), BI masih mempertahankan saldo maksimal Rp 1 juta.

Eni menerangkan, dipertahankannya saldo uang elektronik tidak terdaftar karena alasan keamanan. Pasalnya, uang elektronikmerupakan uang dalam bentuk kartu. Jika uang elektronik tidak terdaftar hilang, maka saldo dalam uang elektronik turuthilang.

Sedangkan untuk uang elektronik terdaftar, jika kartu uang elektronik hilang, pemilik masih berkesempatan mempertahankansaldo miliknya. Pemilik uang elektronik tersebut dapat mendapatkan kembali saldo miliknya dengan mengurus administrasikepada bank penerbit.

“Jadi ada aspek perlindungan konsumen dalam penyesuain peraturan ini,” ujar Eni.

Saat ini terdapat 40,8 juta uang elektronik di Indonesia, dengan 1,6 juta kali transaksi per hari, dengan nilai transaksiRp 18 miliar per hari, berdasarkan data BI per Juli 2016.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!