Tips Mengatur Keuangan Bagi Pasangan Baru Menikah

redaksi.co.id - Tips Mengatur Keuangan Bagi Pasangan Baru Menikah Siapa sih yang gak mau menikah, kamu yang masih jomblo pasti juga pengin kan. Menikah adalah salah...

12 0

redaksi.co.id – Tips Mengatur Keuangan Bagi Pasangan Baru Menikah

Siapa sih yang gak mau menikah, kamu yang masih jomblo pasti juga pengin kan.

Menikah adalah salah satu tahapan dalam kehidupan yang akan dilewati oleh sebagian besar manusia.

Saat memasuki fase menikah tersebut, akan ada banyak hal yang berubah ketika seseorang. Termasuk perubahan dalam hal merencanakan dan cara mengatur keuangan.

Emangnya apa saja sih yang harus diperhatikan saat merencanakan keuangan dan mengatur keuangan setelah menikah?

Jangan ada dusta di antara suami dan istri bukan lirik lagu semata bro. Ini adalah hal pertama yang harus diterapkan oleh pasangan yang sudah menikah. Semua harus jelas dan terbuka.

Entah itu pernikahan pisah harta atau gak pisah harta, pasangan wajib menjaga komunikasi satu sama lain tentang keuangan. Jangan sampai timbul kecurigaan dan berujung pada keributan rumah tangga.

Selain masalah tugas tanggung jawab, hal lain yang juga perlu dibicarakan adalah mengenai:

– Penghasilan dan pengeluaran

Pasangan yang sama-sama bekerja dan menghasilkan pemasukan, maka perlu berkomunikasi mengenai peranan dan tugas pokok masing-masing. Mau pernikahan pisah harta atau gak, sebaiknya komunikasikan ekspektasi masing-masing di awal.

Bagi tugas deh. Contoh suami wajib membiayai kebutuhan pribadi, kehidupan rumah tangga bulanan plus bayar cicilan rumah. Sementara penghasilan istri berfungsi untuk kebutuhan pribadi, tabungan pendidikan anak dan biaya pensiun.

– Anak

Perlu gak mendiskusikan rencana soal mau punya anak berapa? Perlu dong! Jumlah anak sebaiknya mempertimbangkan keinginan orang tua, kemauan pasangan dan kemampuan keuangan bersama.

Memang zaman era pertanian banyak anak banyak rezeki, namun sekarang banyak anak berarti tanggung jawab kita makin besar. Tahu sendiri kan biaya pendidikan gak sedikit dan naik setiap tahun.

– Rumah

Hal selanjutnya yang harus dipikirkan adalah ngontrak atau beli rumah. Semisal, uangnya belum siap, apakah memungkinkan untuk menyewa atau membeli apartemen. Atau ada pilihan tinggal di pondok mertua idaman.

Rumahku istanaku, ciyeee (

Rumah

/ Gambar-rumah)

– Tujuan keuangan

Setelah menikah gak ada tuh istilah semau gue atau suka-suka dia. Suami istri seiring sejalan alias kompak menetapkan tujuan keuangan kita adalah ini, priroritas kita adalah ini.

– Lainnya

Hal-hal lain seperti pengeluaran besar saat beli elektronik, furniture, barang bermerek, penggunaan kartu kredit, rekening rumah, belanja bulanan, bayar listrik, telepon dan lainnya. Ini juga penting dibicarakan berdua dengan pasangan.

Pertama mari kita bahas yang paling dasar yaitu mengelola cash flow, dana darurat dan utang.

Anda perlu duduk bersama dan membahas mengenai:

– Pemasukan

Pasangan harus mengetahui dengan jelas dari mana saja pemasukan rumah tangga, berapa besarnya dan kapan diterimanya. Ingat aturan pertama jangan ada dusta diantara kita tadi ya.

[Baca: Kini Saatnya Menambah Penghasilan Keluarga Bro]

– Pengeluaran

Jangan lupa bahas mengenai anggaran pengeluaran bulanan, tugas dan tanggung jawab masing-masing. Prioritaskan pengeluaran-pengeluaran produktif sebelum meributkan pengeluaran konsumtif.

Nah yang kompak dong suami istri (

Pasangan Suami Istri

/ Klimg)

– Utang

Yang gak kalah penting, segera lunasi utang-utang konsumtif yang sudah dimiliki. Kalau kita terkejut saat duduk bersama dan membahas utang yang sudah dimiliki pasangan sebelum menikah, artinya kita kurang komunikasi.

Jika saat ini kita atau pasangan masih memiliki utang konsumtif (kartu kredit, KTA, utang untuk biaya menikah, utang untuk jalan-jalan bulan madu) fokus untuk melunasi utang tersebut.

– Aset

Membahas strategi untuk membeli aset dan meningkatkan kekayaan keluarga juga penting loh.

Jangan panik kalau bingung harus mulai dari mana, kita bisa menghubungi perencana keuangan.

Atau kita juga bisa menggunakan aplikasi keuangan online yang kini banyak tersedia untuk merencanakan dan mengatur keuangan setelah menikah. Jadi gak ada alasan malas, repot dan dusta di antara kita lagi ya.

Selain itu kita juga perlu memiliki dana darurat, setidaknya 9x pengeluaran bulanan.

Apakah kita sudah memiliki proteksi atau asuransi? Setidaknya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Saa kita sudah memiliki keluarga dan tanggungan, kita WAJIB memiliki asuransi jiwa loh. Biasanya pasangan baru masih memiliki banyak tanggungan, jadi belilah asuransi jiwa yang tradisional.

Sayang keluarga harus sayang sama kesehatan dan jiwa juga (

Asuransi

/ Infoproteksi)

Proteksi yang harus dimiliki adalah asuransi jiwa dan kesehatan, terlebih asuransi kesehatan untuk istri. Yah paling gak tahun depan atau 2 tahun lagi mungkin istri akan melahirkan bukan? Proses kelahiran pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar dan risikonya juga besar.

Perencanaan keuangan adalah hal yang wajib kita miliki. Mungkin zaman dahulu orang tua kita gak memiliki dan gak mengenalkan perencanaan keuangan kepada kita.

Zaman berubah. Tantangan yang kita hadapi saat ini dalam mengatur keuangan setelah menikah berbeda dengan tantangan yang dihadapi orang tua kita zaman dahulu.

Lihat saja biaya hidup makin mahal dan kebutuhan manusia menjadi lebih banyak. Coba saja bandingkan kebutuhan dasar hidup zaman sekarang dan zaman dahulu.

Godaan pengeluaran konsumtif, kredit dan cicilan zaman sekarang makin dahsyat. Belum beragam produk investasi, baik legal maupun ilegal, tradisional maupun online. Permasalahan keuangan dan hukum menjadi semakin ruwet.

Perencanaan keuangan akan membantu kita mengatur keuangan untuk dapat mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita. Kita juga memiliki harapan untuk bisa bebas dari masalah uang dan hidup tenang.

Itu semua bisa terwujud jika kita memiliki perencanaan keuangan, mulai menjalankan, mengevaluasi dan melakukan perbaikan.

So, apa yang dapat kita pelajari dari poin-poin di atas? Mulailah melakukan hal yang dapat kita lakukan sekarang.

Segera duduk dan berdiskusi berdua, gunakan semua alt bantuan untuk mengelola keuangan keluarga kita atau mulai menghubungi perencana keuangan serta mulailah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keuangan (meningkatkan literasi keuangan).

s and articles.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!