Saham Samsung Jatuh 7 Persen Imbas Baterai Galaxy Note 7

redaksi.co.id - Saham Samsung Jatuh 7 Persen Imbas Baterai Galaxy Note 7 Salah satu produk Samsung yang rawan kebakaran memberikan sentimen negatif untuk saham Samsung di...

29 0

redaksi.co.id – Saham Samsung Jatuh 7 Persen Imbas Baterai Galaxy Note 7

Salah satu produk Samsung yang rawan kebakaran memberikan sentimen negatif untuk saham Samsung di awal pekan ini.

Saham Samsung turun 7 persen pada perdagangan saham Senin pekan ini usai perseroan meminta pemilikGalaxy Note 7 untuk berhenti menggunakan perangkat itu. Hal itu lantaran perhatian mereka terhadap potensi terbakar saat isi baterai.

Samsung pun mendesak pelanggan segera membawa Note 7 untuk pergantian. Apalagi ada peringatan dari otoritas penerbangan dan maskapai kalau Note 7 tidak boleh digunakan di pesawat pada akhir pekan lalu.

Kabar itu memberikan kekhawatiran kepada investor bagaimana Note 7 dapat memukul reputasi Samsung. Perseroan juga telah kehilangan kesempatan besar untuk lebih maju dari Apple yang telah meluncurkan iPhone 7.

“Jika pelanggan membeli sebuah handphone maka mereka akan membeli iPhone 7, dan tidak Note 7. Padahal sebelumnya Note 7 mendapatkan ulasan yang lebih baik sebelum iPhone 7 diluncurkan,” ujar Analis Bernstein, Mark Newman seperti dikutip dari laman CNN Money, Senin (12/9/2016).

Sebelumnya Samsung menyatakan untuk menghentikan penjualan Note 7, dan menarik 2,5 juta perangkat itu di seluruh dunia. Adapun Analis mengatakan biaya recall dapat mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS).

“Jika mereka benar meraba-raba, dan seluruh hal ini berlangsung lebih lama, maka ada tekanan lebih buruk, dan mungkin bisa menyakiti reputasi mereka, dan penjualan tahun depan. Ini faktor ketakutan yang mendorong saham turun,” ujar Newmon.

Namun Newman melihat kalau sentimen negatif dariGalaxy Note 7 akan mereda dalam beberapa bulan. “Jangka panjang, Samsung adalah merek yang kuat dengan produk yang hebat,” tutur dia.

Dia menambahkan, perusahaan ini akan mengatasi masalah tersebut dengan cepat. Ini berbeda dengan perusahaan Jepang yang lambat untuk atasi skandal airbag.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!