5 Pelatih yang Kerap Jadi Batu Sandungan untuk Mourinho

redaksi.co.id - 5 Pelatih yang Kerap Jadi Batu Sandungan untuk Mourinho Tak akan ada yang membantah jika menyebut Jose Mourinho sebagai salah satu pelatih terbaik di...

25 0

redaksi.co.id – 5 Pelatih yang Kerap Jadi Batu Sandungan untuk Mourinho

Tak akan ada yang membantah jika menyebut Jose Mourinho sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Namun, sehebat-hebatnya Mourinho, ia tentu sudah melewati berbagai momen buruk seperti kekalahan yang menyedihkan.

Ya, semua pelatih di dunia tentu akan berlomba-lomba untuk bisa mengalahkan tim yang diasuh pelatih Manchester United tersebut. Mereka akan melakukan segala carademi meraih kemenangan atas Mourinho.

Tak banyak pelatih yang bisa melakukan hal tersebut. Namun, ada beberapa nama pelatih yang kerap menghadirkan kesulitan bagi tim yang dilatihMourinho. Seperti dilansir Sportskeeda, berikut lima pelatih yang kerap menjadi batu sandungan Mourinho.

© Jose Mourinho (Reuters / Lee Smith) Jose Mourinho

1. Alan Pardew

Pardew yang kini melatih Crystal Palace layak menjadi salah satu pelatih yang masuk daftar ini. Sebab, pertemuan keduanya kerap menghasilkan pertandingan yang mendebarkan di Liga Inggris. Padahal, keduanya baru bertemu tiga kali hingga kini. Pertemuan itu terjadi saat Pardew melatih Newcastle United dan Mourinho melatih Chelsea untuk kali kedua.

Pertemuan pertama kedua pelatih terjadi pada pekan 10 Liga Inggris 2013/2014 di St James Park, 2 November 2013. Saat itu, Chelsea datang dengan modal tak terkalahkan di sembilan laga beruntun semua kompetisi. Bahkan, mereka mampu memenangi delapan laga di antaranya.

Ironisnya, rekor positif Chelsea harus terhenti di tangan Newcastle. The Magpies menang 2-0 berkat gol Yoan Gouffran di menit 68 dan Loic Remy (89). Lalu, Mourinho juga kembali menelan hasil buruk saat melawan Pardew pada 6 Desember 2014.

Chelsea yang saat itu tak terkalahkan di 21 laga beruntun semua kompetisi dipaksa menyerah 1-2 dari Newcastle akibat dua gol Papiss Demba Cisse. Gol Didier Drogba di menit 83 terbukti tak mampu menyelamatkan Chelsea.

2. Tony Pulis

Selain Pardew, Mourinho juga memiliki rekor buruk dengan pelatih yang memiliki nama dengan huruf depan P. Ia adalah Pulis, pelatih cerdas yang membawa Stoke kembali ke Liga Inggris pada 2008 setelah menunggu 23 tahun.

Bersama Pulis, Stoke selalu menjadi lawan yang sulit ditaklukkan saat tampil di kandang. Sejauh ini, Mourinho dan Pulis sudah bertemu empat kali. Mourinho hanya bisa memenangkan satu pertemuan. Dua laga lain berakhir imbang dan satu laga dimenangkan Pulis.

Saking sulitnya setiap kali bertemu Pulis, Mourinho pun tak sungkan melayangkan pujian.

“Jika saya memiliki sebuah klub Inggris, saya akan menandatangani Pulis. Ini cukup sederhana. Rekornya benar-benar menakjubkan. Ia melakukan apa yang tak dimengerti banyak orang,” ucap Mourinho.

3. Rafael Benitez

Sebelum Pep Guardiola, Benitez bisa disebut sebagai musuh bebuyutan Mourinho. Apalagi, saat itu Benitez juga memperkuat salah satu klub yang menjadi rival besar Chelsea, yakni Liverpool.

Total, Benitez yang kini melatih Newcastle sudah 16 kali bertemu Mourinho. Benitez mampu memenangi lima laga dan empat duel berakhir imbang. Salah satu kemenangan Benitez atas Mourinho terjadi saat Liverpool menyingkirkan Chelsea di semifinal Liga Champions 2006/2007.

Saking panasnya, tak jarang perang komentar menghiasi pertemuan keduanya. “Mourinho banyak berbicara, tapi saya lebih suka bicara mengenai fakta. Dengan skuat yang lebih murah dari Chelsea, kami sukses dua kali menyingkirkan mereka dari Liga Champions. Lalu, dengan skuat mewah di Madrid, ia tak bisa berbuat apa-apa di Liga Champions,” ujar Benitez.

“Saya berpikir bahwa Benitez telah menghancurkan karier Terry. Ia juga yang menghancurkan Inter Milan dalam enam bulan. Ia menghancurkan tim terbaik di Eropa saat itu. Istri Benitez perlu mengisi waktunya. Jika ia mengurus diet untuk suaminya, maka wanita itu tak akan memiliki waktu berbicara mengenai saya,” kata Mourinho.

4. Jurgen Klopp

Kehadiran Klopp membawa atmosfer baru bagi Liverpool dan Anfield. Setelah kedatangan Klopp, optimisme dan seruan dari kerumunan suporter kembali terdengar. Maklum, Klopp adalah pelatih yang memiliki reputasi bagus di Bundesliga dan Eropa.

Mourinho adalah salah satu pelatih yang kerap merasakan kesulitan setiap kali bertemu Klopp. Pertemuan mereka dimulai sejak bentrok hingga empat kali di Liga Champions 2012/2013. Dalam empat pertemuan itu, hanya sekali Madrid bisa menang.

Bahkan, Madrid besutan Mourinho dipaksa menelan kekalahan memalukan saat bertandang ke markas Dortmund pada leg pertama semifinal. Di Signal Iduna Park, Madrid dipermalukan Dortmund 4-1 lewat quattrick Robert Lewandowski. Meski menang 2-0 pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Madrid tetap tersingkir setelah kalah agregat 3-4.

Keduanya kembali bertemu sekali setelah Klopp meneken kontrak dengan Liverpool pada Oktober 2015. Pertemuan yang terjadi di Stamford Bridge pada 31 Oktober 2015 itu berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk Chelsea.

5. Pep Guardiola

Ini adalah musuh terbesar dalam karier melatih Mourinho. Dan, Mourinho selalu mengalami kesulitan saat berhadapan dengan tim yang dilatih Guardiola. Terkini, Mourinho dipaksa menyaksikan kekalahan 1-2 MU dari Manchester City di Old Trafford, Sabtu lalu.

Sejatinya, keduanya sempat menjalin hubungan yang baik. Keretakan hubungan mereka dimulai sejak Guardiola ditunjuk sebagai pelatih Barca pada musim panas 2008. Kebetulan, Mourinho dan Guardiola memang sempat beradu taktik kala Inter Milan dan Barca bertemu di fase grup dan semifinal Liga Champions 2009/2010.

Sejak itu, keduanya sudah bertemu dalam 17 kesempatan. Catatan kemenangan Guardiola sedikit lebih unggul atas Mourinho dengan sembilan kemenangan dan empat kali imbang. Namun, The Special One juga memiliki beberapa kenangan manis ketika bertemu Guardiola.

Salah satunya adalah saat Inter menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2009/2010 dengan agregat 3-2. Lalu, ia juga sempat membawa Madrid memecundangi Barca 1-0 di final Copa del Rey 2010/2011.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!