Rapor Buruk Pemain Timnas U-19

redaksi.co.id - Rapor Buruk Pemain Timnas U-19 Timnas U-19 Indonesia harus menelan pil pahit dalam laga kedua Piala AFF U-19. Sempat unggul dua gol pada babak...

20 0

redaksi.co.id – Rapor Buruk Pemain Timnas U-19

Timnas U-19 Indonesia harus menelan pil pahit dalam laga kedua Piala AFF U-19. Sempat unggul dua gol pada babak pertama, Garuda Muda takluk 2-3 dari Thailand di Stadion Hang Day, Rabu (14/9). Rapor buruk pemain membayangi eksistensi timnas U-19 sejauh ini.

Garuda Muda sejatinya punya peluang manis untuk meraih kemenangan. Ini setelah Pandi Lestaluhu cs unggul lebih dahulu melalui dua penalti beruntun yang diberikan wasit asal Brunei Darussalam, Hadimin Shahbuddin dalam kurun dua menit.

Dimas Drajad yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugas dengan sempurna pada menit ke-16 dan ke-18. Akan tetapi, semuanya sirna setelah Thailand membalas tiga gol secara beruntun.

Pada laga ini, pelatih Timnas U-19 tidak melakukan perubahan banyak di susunan pemain. Hanya Habibi yang saat melawan Myanmar bermain, digantikan oleh Edo Febriansyah.

Kendati begitu, permainan buruk tak juga diperbaiki terutama pada lini pertahanan. Komunikasi buruk serta man to man marking yang tak berjalan menjadi penyebabnya.

Rapor buruk pun akhirnya diterima dominan oleh para bek Garuda Muda. Liputan6.com mencoba memberikan rating pemain melihat performanya di lapangan hijau.

Berikut Rapor Pemain Timnas U-19:

Muhammad Riyandi (5,5): Riyandi sebenarnya bermain bagus dalam laga ini. Tercatat dia melakukan dua penyelamatan krusial. Buruknya bek timnas menjadi penyebab dia harus memungut bola dari gawangnya tiga kali.

Arizky Wahyu Satriya (5): Arizky sama sekali seperti kurang bisa menjaga pertahanan Garuda Muda. Bahkan, dia gagal menjaga pergerakan pemain Thailand. Gol perdana Thaland yang dicetak Nathawat Suankaeo merupakan buah dari posisinya.

Bagas Adi Nugroho (5): Sama seperti Arizki, Bagas juga bermain sangat buruk dalam laga ini. Kurang bisa konsentrasi dan komunikasi buruk menjadi alasannya. Eduard Tjong harus evaluasi barisan beknya.

Pandi Ahmad Lestaluhu (5,5): Pandi tak terlalu agresif dalam laga tersebut. Dia kerap kehilangan bola dan mentok di lini belakang Thailand. pada laga kali ini Pandi mendapatkan dua peran, yakni sebagai bek sayap dan juga gelandang. Namun, dia belum bisa membuktikannya.

Hanif Abdurrauf Sjahbandi (5): Permainan Hanif dalam laga ini tak terlalu terlihat. Tak banyak peluang yang dihadirkan olehnya melawan Thailand.

Satria Wardana (5): Satria seperti kagok dalam memegang kendali di lini tengah. Kualitasnya kalah dibanding oleh lini tengah Thailand.

Asnawi Mangkualam Bahar (5,5): Asnawi beberapa kali sempat mengancam salah satunya menit ke-33. Namun, kurang tenang bisa dibilang begitu karena pergerakannya mudah terbaca oleh bek Thailand.

Edo Febriansah (5): Edo tampak tumpul di lini tengah Garuda MUda. Dia bahkan tak melakukan satu tembakan ke gawang dalam laga ini.

Muhammad Dimas Drajad (6,5): Dimas Drajad sebenarnya bermain apik dalam laga ini. Meski mencetak dua gol dari titik putih, tetapi ketenangannya menjadi contoh. Hanya dia pemain yang sedikit tenang di atas lapangan.

Sandi Pratama (6): Sandi juga bermain cukup baik dalam laga ini. Penaltikedua tak lepas dari pergerakannya. Pada menit ke-79 dia nyaris mencetak gol. Namun, dia kurang tenang dalam menyelesaikan umpan Dimas Drajad.

Saddil Ramdani (5,5): Tak banyak peluang yang didapatkan Ramdani dalam laga ini. Dia juga tak terlalu menonjol dan tak bisa mengulangi permainannya kala melawan Myanmar.

M Rafli (6): bermain 31 menit, Rafli tampaknya jadi penyegar lini depan Garuda Muda. Tercatat dua kali peluang manis dia dapatkan. Contohnya menit ke-82. Berawal dari kerja sama dengan Asnawi, dia melepaskan tendangan jarak jauh. Sempat terlepas dari tangkapan Chakorn Philakhlang, bola tak mau masuk ke dalam gawang.

Alwi Slamet (5): Masuknya Alwi menggantikan Satria Wardhana menit ke-82 tak mengubah permainan Garuda Muda.

Nevy Alexander Dwaramury (5): Nevy juga tak bisa mengubah jalannya laga. Hanya diberikan waktu dua menit tak cukup baginya untuk buktikan permainannya.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!