Mahasiswa Buat Detektor Kekeruhan Air Otomatis

redaksi.co.id - Mahasiswa Buat Detektor Kekeruhan Air Otomatis Kualitas air di setiap daerah cenderung berbeda, tergantung kandungan dalam tanahnya. Pengalaman terkait keruhnya air di lingkungannya, mahasiswa...

8 0

redaksi.co.id – Mahasiswa Buat Detektor Kekeruhan Air Otomatis

Kualitas air di setiap daerah cenderung berbeda, tergantung kandungan dalam tanahnya. Pengalaman terkait keruhnya air di lingkungannya, mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), I Gede Andy Cliff Cahyadi, menciptakan alat pendeteksi kekeruhan air.

Inovasi tersebut dibuat sebagai tugas akhir kuliahnya di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknis UKWMS. Skripsinya ini diberi judul Otomatisasi Pompa Air Berdasarkan Kekeruhan Air.

Selain kandungan tanah, kekeruhan air juga bisa disebabkan karena air yang mengalir ke rumah tangga membawa endapan lapisan tanah dari tempat pengolahan air. Kekeruhan air ini tak jarang membawa sumber penyakit.

Oleh sebab itu, perlu dibuat alat pendeteksi kekeruhan air yang akan memonitor air sedotan dan mematikan aliran secara otomatis apabila air yang tersedot keruh melebihi batasan kesehatan yang sesuai dengan aturan kesehatan negara, ujar I Gede Andy Cliff saat ditemui di kampus UKWMS, pekan lalu.

Andy menceritakan, ide inovasi tersebut tercetus karena melihat kondisi air di kawasan tempat tinggalnya yang keruh. Kemudian, Andy bertekad membuat sebuah alat yang mampu mendeteksi kadar kekeruhan air yang ada pada tandon.

Ia menjelaskan, cara kerja alat ini jika kondisi air mengalami kekeruhan, maka pompa air dikondisikan dalam keadaan tidak aktif, serta memberikan peringatan kepada pengguna mengenai kekeruhan air yang terjadi. Sehingga, para pegguna dapat segera membersihkan wadah penampung airnya.

Alat ini menggunakan sensor cahaya untuk mendeteksi kondisi air di dalam tandon. Komponennya tersusun atas LED (Light Emitting Diode) sebagai pengirim cahaya dan LDR (Light Dependent Resistor) sebagai penerima cahayanya.

Kemudian, hasil dari pembacaan sensor akan masuk ke mikrokontroler, yang berfungsi sebagai pemrosesan dan untuk mengkontrol saklar otomatis (solid state relay). Jika air dideteksi jernih, maka mikrokontroler akan mengaktifkan saklar tersebut ke kondisi menyala, sehingga pompa air akan menyala. Jika air terdeteksi keruh, maka mikrokontroler tidak mengaktfikan saklarnya, sehingga pompa air dalam keadaan mati.

Output dari alat ini berupa indikator lampu LED yang menyala, jika LED menyala hijau maka tanda air itu bersih, kuning tanda air tersebut sedikit keruh, dan merah menandakan air tersebut keruh. Selain indikator LED yang menyala, juga terdapat alarm yang menyala dan menimbulkan bunyi ketika kondisi air dalam keadaan keruh atau indikator LED berwarna merah. Ia berharap karyanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sehingga dapat meminimalisasi dampak air keruh dalam kehidupan sehari-hari.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!