KTA Menguntungkan bagi Mahasiswa

redaksi.co.id - KTA Menguntungkan bagi Mahasiswa Mahasiswa identik dengan perjuangan untuk bisa lulus dengan biaya hidup yang pas-pasan. Apalagi jika mereka kuliah di kampus negeri yang...

136 0

redaksi.co.id – KTA Menguntungkan bagi Mahasiswa

Mahasiswa identik dengan perjuangan untuk bisa lulus dengan biaya hidup yang pas-pasan. Apalagi jika mereka kuliah di kampus negeri yang notabene banyak disubsidi Pemerintah. Kondisi itupun tidak menjamin kuliah mahasiswa tersebut bisa lancar tanpa memikirkan biaya hidup dan biaya kuliah. Maklum, banyak juga di antara mereka sebenarnya berotak cerdas, tetapi berasal dari daerah kecil dengan penghasilan orang tua yang minim. Jadi, mereka berangkat lebih banyak dengan modal nekat dan tak jarang yang konsentrasinya terpecah menjadi dua antara kuliah dan memenuhi biaya kuliah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai tunas bangsa yang punya kualitas ini tumbang akibat biaya yang kurang.

Sejenak, sebagai bahan renungan, mari kita perhatikan hasil survei dari Higher EducationLeadership and Management (HELM) terhadap 2.000 mahasiswa dari 71 perguruan tinggi. Hasilnya menyatakan bahwa sumber pendapatan mayoritas mahasiswa dari orang tua (88,16%) dan beasiswa (4,60 %). Kiriman dari orang tuapun ternyata belum tentu murni berasal dari orang tua. Berdasarkan hasil survei tersebut, tak jarang orang tua juga meminjam kepada saudara (32%), bank (28%), dan Pegadaian (13%).

Tiap warga negara berhak mendapat pendidikan viavanbumen.com

Dalam hal mendapatkan pendidikan yang layak, negara sebenarnya sudah mencoba berperan banyak untuk membantu mahasiswa. Pada masa lalu, ada yang namanya Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI) untuk mahasiswa tahap akhir yang sudah menyelesaikan tugas akhir. Kemudian mahasiswa tersebut wajib melunasinya setelah lulus dengan jaminan ijazah. Namun sayangnya, mahasiswa tidak bisa lagi memanfaatkan kebijakan tersebut dengan banyaknya mahasiswa yang menunggak pelunasan.

Tak cukup sampai di situ, pemerintah masih berupaya maksimal untuk membantu biaya pendidikan bagi warga negaranya. Hak-hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan biaya melalui pinjaman malah dipertegas dalam UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012. Demi menjamin keberlangsung studi mahasiswa, UU tersebut, khususnya Pasal 76, mengamanatkan pemenuhan hak mahasiswa bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu.

Namun demikian, rumitnya teknis pemberian pinjaman ini membuat kebijakan yang diamanatkan melalui UU tersebut belum juga sampai dalam tahap realisasi.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank terbesar di tanah air yang selama ini dikenal dengan produk yang prorakyat, ternyata lebih dulu berani mengambil terobosan untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa. Melalui Kredit Tanpa Agunan (KTA), BRI menawarkan bunga hanya 5%. Fasilitas kredit tersebut termasuk pinjaman yang murah dengan bunga yang rendah agar mahasiswa tidak kesulitan dalam membayar SPP dan uang perkuliahan lainnya.

BRI wilayah Makassar menjadi bank pertama yang melihat peluang potensi KTA untuk mahasiswa tersebut melalui kerja sama dengan Universitas Satria Makassar yang dikelola oleh Yayasan Mochammad Natzir Said. BRI wilayah Makassar sekaligus berani mengambil terobosan yang bagi sebagian besar orang termasuk berisiko tinggi. Risiko tersebut muncul di depan mata mengingat mahasiswa tidak punya penghasilan tetap. Namun, dibalik itu sebenarnya, ada potensi besar dari KTA untuk mahasiswa di kampus tersebut, yaitu.

KTA merupakan solusi tepat bagipendidikan viacreditcardmagz.com

Pinjaman kredit tanpa agunan kini menjadi primadona bagi masyarakat umum. Mudah dalam syarat pencairan, tidak memerlukan jaminan, bunga yang kompetitif, dan bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan telah menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat untuk mengambil produk ini, tak terkecuali mahasiswa. Nasabah yang menjadi potensi besar untuk produk ini berasal dari berbagai lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, dan calon wirausahawan. Mahasiswa yang menjadi calon nasabah produk KTA biasanya menggunakan sebagai dana cadangan untuk memenuhi keperluan studinya selama kuliah. Ketentuannya adalah bahwa dana pinjaman ini wajib dikembalikan setelah mahasiswa tersebut telah selesai menempuh studinya atau setelah mendapatkan pekerjaan.

Produk KTA ini banyak memiliki keunggulan dibanding produk bank lainnya. Mudah bagi nasabah, tetapi sebenarnya sangat berisiko bagi bank. Namun demikian, bank sudah cukup pintar untuk mitigasi risiko dengan melihat besarnya potensi KTA bagi masyarakat umum ditambah lagi untuk mahasiswa. Beberapa keuntungan tersebut, antara lain.

Persyaratan untuk mendapatkan KTA bagi mahasiswa relatif gampang dilengkapi. Berikut ini beberapa di antaranya.

Menyiasati biaya pendidikan lewat tabungan viathealertinvestor.com

Saran ini cocok bagi orang tua murid yang anaknya belum memasuki bangku kuliah. Atau bisa juga bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA, tetapi sudah mengerti tentang rencana keuangan untuk biaya kuliah ke depan. Persiapan biaya kuliah bisa melalui tabungan pendidikan.

Selain produk pinjaman, bank juga memiliki produk . Pada prinsipnya, melalui produk tabungan ini, nasabah juga akan diuntungkan dengan bunga tabungan yang umumnya melebihi suku bunga untuk jenis tabungan biasa.

Manfaat lain adalah nasabah biasanya diikutkan dengan program asuransi guna memberi proteksi kepada nasabah. Dengan demikian, jika terjadi risiko, misalnya penabung dalam hal ini orang tua meninggal dunia atau mengalami cacat tetap, pihak bank penyelenggara akan mengambil alih kewajiban menyimpan setoran tabungan setiap bulan sampai kontrak tersebut berakhir dan anak mendapatkan akumulasi tabungannya.

Makin awal persiapan menabung untuk biaya kuliah, makin besar kemungkinan biaya kuliah bisa terjangkau tanpa perlu mengajukan pinjaman.

Selain mengandalkan kiriman orang tua, beasiswa ataupun subsidi pemerintah, sebenarnya mahasiswa bisa mencari terobosan untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Setidaknya mahasiswa membutuhkan adaptasi lingkungan dalam 1-2 semester. Setelah itu, mereka seharusnya sudah bisa memulai untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai kuliah mereka. Ada banyak cara mendapatkan penghasilan sampingan hanya dengan bermodalkan kreativitas. Beberapa usaha yang bisa dicoba dan cocok untuk mahasiswa di antaranya.

Produk KTA sebenarnya berlaku umum, baik untuk orang tua atau mahasiswa yang memenuhi syarat. Berbeda dengan nasabah mahasiswa, nasabah yang berasal dari kalangan umum (orang tua mahasiswa) biasanya memanfaatkan jasa peminjaman uang tanpa jaminan untuk berbagai jenis keperluan. Banyak di antara mereka memanfaatkan produk ini untuk modal usaha atau bisnis dan dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, pernikahan, liburan, atau renovasi bangunan, serta kebutuhan pokok lainnya. Sementara bagi mahasiswa, produk ini bisa menjadi solusi untuk menyambung hidup mereka sebagai mahasiswa sampai lulus. Apapun tujuannya, pastikan Anda punya perhitungan yang matang sebelum mengambil produk ini.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!